Home / Berita / 1.853 Pengajuan Penerbangan Tambahan Telah Diterima Angkasa Pura I pada Masa Lebaran hingga 25 Mei 2019

1.853 Pengajuan Penerbangan Tambahan Telah Diterima Angkasa Pura I pada Masa Lebaran hingga 25 Mei 2019

PT Angkasa Pura I (Persero) telah menerima pengajuan sebanyak 1.853 penerbangan tambahan (extra flight) yang digunakan pada masa angkutan Lebaran hingga 25 Mei 2019.

Direktur Utama AP I Faik Fahmi mengatakan, seluruh penerbangan tambahan tersebut merupakan gabungan antara rute domestik dan internasional. Maskapai yang mengajukan dari dalam negeri maupun asing.

“Data estra flight yang kami terima sebanyak 1.853 untuk posisi 25 Mei. Namun, angka ini masih akan terus bertambah,” kata Faik, Minggu (26/5/2019).

Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan dengan data sebelumnya pada 14 Mei 2019 yang baru 1.565 slot. Akan tetapi, jumlah tersebut masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan masa angkutan Lebaran 2018.

Saat itu, jumlah pengajuan mencapai 5.247 penerbangan tambahan untuk rute domestik maupun internasional. Namun, realisasi saat itu hanya 1.306 penerbangan atau sekitar 24,8%.

Bandara yang akan melayani penerbangan tambahan sesuai pengajuan antara lain Bandara Juanda Surabaya, Bandara IGN Rai Denpasar, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan, Bandara Adisucipto Yogyakarta, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin, dan Yogyakarta Internasional Airport Kulon Progo.

Pihaknya juga melakukan pembebasan pengenaan tarif landing charge dan extendeduntuk penerbangan tambahan (extra flight) selama masa angkutan Lebaran guna mendukung maskapai dalam menekan biaya operasional penerbangan.

“Khusus penerbangan tambahan domestik dan internasional, kami melakukan pembebasan pengenaan tarif landing charge dan extended yaitu dari tanggal 29 Mei hingga 13 Juni 2019,” ujarnya.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Check Also

Pertamina EP Lakukan Tanggap Darurat Karhutla

PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero) sekaligus kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *