Home / Info Produk BUMN / 36 Tahun Pindad (6) : Produk Bahan Peledak Komersial, Cyber Security

36 Tahun Pindad (6) : Produk Bahan Peledak Komersial, Cyber Security

Bahan Peledak Komersial

Salah satu lini dari PT Pindad (Persero) adalah Divisi Bahan Peledak Komersial atau lebih dikenal dengan Handakkom. Keahlian dan pengalaman SDM PT Pindad (Persero) di bidang persenjataan dan bahan peledak membuat PT Pindad (Persero) untuk mengembangkan produk dan layanannya. Oleh karena itu, sejak tahun 1991 PT. Pindad telah memulai memproduksi bahan peledak komerisial seperti :

  • Booster  ( RenEx T)
  • Booster  ( RenEx P)
  • Seismic Explosive (geoPENTOSEIS)
  • Seismic Detonator (geoDETOSEIS)
  • Detonator Listrik  (SUPERdet)

Dengan kemampuan PT. Pindad  memproduksi bahan peledak komersial, maka PT. Pindad siap memberikan pelayanan berupa produk dan jasa produksi pertambangan dengan metoda peledakan sesuai kebutuhan pelanggan.

Layanan Bisnis Divisi Handakkom antara lain :

  1. Importir, Produsen dan Distributor Bahan Peledak Komersial
  2. Jasa Drilling dan Blasting
  3. Pemusnahan Bahan Peledak

Bahan peledak yang disediakan oleh Divisi Handakkom dipergunakan di bidang pertambangan umum dan migas,

Produk Pertambangan Umum antara lain :

  1. PANFO (Pindad Ammonium Nitrate Fuel Oil)
  2. Ammonium Nitrate
  3. Emulsion Explosive
  4. Booster RenEx P
  5. Booster RenEx T
  6. Detonating Cord
  7. SUPERdet  ( Electric Detonator )
  8. NONEL Detonator

Produk Pertambangan Migas antara lain :

  1. geoDETOSEIS  (Detonator Seismic)
  2. geoPENTOSEIS (Booster Seismic)
  3. Shaped Charges

Cyber Security

Dalam UU No 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, telah ditetapkan bahwa ancaman dalam sistem pertahanan negara terdiri dari ancaman militer dan ancaman non militer, termasuk diantaranya ancaman siber.
Saat ini ancaman peperangan menjadi sangat kompleks dan berkembang pesat, Hybrid warfare menjadi ancaman dimana selain Regular Military Forces dan Special Forces melibatkan juga Iregular Forces yaitu perang informasi dan propaganda, perang diplomasi, serangan cyber dan perang untuk penguasaan dominasi ekonomi.
Ancaman serangan cyber menjadi sangat serius, berdasarkan data Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (IDSIRTII) terdapat 48,8 juta serangan Internet sepanjang tahun 2015 di Indonesia. Tingginya angka kejahatan dan peretas di bidang Internet ini menjadi ancaman di tengah masifnya pertumbuhan pengguna internet di Indonesia. Serangan cyber mengancam di berbagai sektor antara lain Pelayanan Publik, Ekonomi, Pertahanan, Keamanan, dan Energi. Pertahanan cyber tidak mengenal batas teritorial negara serangan bisa datang dari dalam maupun dari luar.
Sebagai industri pertahanan strategis PT. PINDAD (PERSERO) menyadari untuk tetap konsisten menjalankan core sebagai industri pertahanan dengan Inovasi produk dan layanan Cyber Security dengan tiga mata rantai
  1. Solusi Peningkatan Kompetensi Sumber daya manusia (PEOPLE)
  2. Solusi Penataan Proses Tata Kelola Kemanan Informasi (PROCESS)
  3. Solusi Teknologi sebagai Solution Integrator dan Pengembangan Produk  (TECHNOLOGY)

Sumber Pindad, edit koranbumn

Check Also

Angkasa Pura II Bersama Grab Persiapkan Skuter Listrik Grab Wheels di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

PT Angkasa Pura II (Persero) dan Grab Indonesia tengah menjalin kerja sama  mengembangkan ekosistem transportasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *