Home / Berita / 4 BUMN Siap Dukung Bangun Ibu Kota Baru

4 BUMN Siap Dukung Bangun Ibu Kota Baru

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro menyebut tahun 2020 baru tahap persiapan rencana pemindahan ibu kota baru ke Kalimantan. Anggaran pembiayaan pemindahan ibu kota ke Kalimantan tidak bergantung kepada APBN, dan pembiayaan paling besar berasal dari investasi swasta serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan akan mulai memasuki tahap groundbreaking pada tahun 2021, di mana yang akan dibangun pertama kali merupakan pusat pemerintahan di atas lahan sekitar 3.000 sampai dengan 6.000 hektare.

BUMN diprediksi diprediksi turut berkontribusi dalam pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur ibu kota baru. Berikut 4 BUMN yang menyatakan kesiapan untuk membangun ibu kota baru.

Waskita Beton Precast

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mengaku siap untuk berpartisipasi dalam pembangunan ibu kota baru. Kesiapan ini turut didukung pembangunan pabrik beton precast yang dilakukan perseroan di Kalimantan Timur.

Corporate Secretary Waskita Beton, Fathia Syafurah mengatakan, pihaknya ke depan akan menangani beberapa proyek infrastruktur di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Tak hanya itu, Waskita Beton juga buka kemungkinan untuk terlibat pada beberapa proyek besar dalam pembangunan ibu kota baru.

Pembangunan Perumahan

PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk atau PT PP mengaku tertarik untuk ambil bagian dalam pembangunan ibu kota baru. Namun begitu, perseroan masih menahan diri untuk bertindak lebih jauh sebelum pemerintah mengeluarkan aturan resmi terkait inisiasi tersebut.

Direktur Utama PT PP (Persero) Tbk Lukman Hidayat mengatakan, pihaknya telah menjalin obrolan dengan pemerintah terkait rencana tersebut. PT PP masih menanti kejelasan lebih lanjut perihal pemindahan ibu kota ini melalui sebuah regulasi yang dikeluarkan pemerintah.

Wijaya Karya Beton

Anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, yakni PT Wijaya Karya Beton Tbk (Wika Beton) telah membentuk sebuah tim satuan tugas (satgas) atau task force membantu pembangunan ibu kota baru di Pulau Kalimantan.

“Ibu kota baru kan pasti butuh infrastruktur banyak, butuh pembangunan banyak. Wika (Beton) itu sudah membentuk tim task force. Nanti kita ikut bagian dari situ,” ungkap Direktur Keuangan Wika Beton Imam Sudiyono di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (21/8).

Imam menyatakan, perpindahan ibu kota pasti akan memakan biaya infrastruktur besar sekali. Namun begitu, Wika Beton punya tabungan berupa lahan seluas 26 hektare (ha) di Kalimantan Timur.

Jasa Marga

Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk (Persero) Desi Arryani menyatakan siap sepenuhnya mendukung rencana pemindahan ibu kota, baik di mana pun di daerah Kalimantan yang akan ditunjuk sebagai lokasi Ibu Kota Negara baru tersebut. Kesiapan tersebut jika diperlukan pembangunan jalan tol di sekitar ibu kota baru.

“Kami mendukung pindahnya ibu kota. Jalan tol di Kalimantan juga sudah ada,” kata Desi di Depok, dikutip Antara, Jumat (23/8).

Menurutnya, langkah pemindahan ibu kota tersebut merupakan modal dasar agar penyebaran aktivitas perekonomian tidak hanya berkumpul di satu wilayah. Apalagi, Desi secara pribadi juga waswas mengenai kondisi Jakarta bila tetap diteruskan menjadi ibu kota Indonesia

Sumber Merdeka, edit koranbumn

 

Check Also

LMAN Bayar Dana Pembebasan Lahan Tol Semarang – Demak Sebesar Rp66 Miliar

Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) melakukan pembayaran sebesar Rp66 miliar untuk pembebasan lahan pembangunan jalan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *