Home / Berita / 520 Orang Ikuti Progam Balik Lebaran Gratis ke Wilayah Kalteng, Seluruh Biaya Ditanggung Semen Gresik.

520 Orang Ikuti Progam Balik Lebaran Gratis ke Wilayah Kalteng, Seluruh Biaya Ditanggung Semen Gresik.

Sedikitnya 520 orang pemudik yang akan kembali ke sejumlah daerah di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dilepas Direktur Utama (Dirut) PT Semen Gresik, Mukhamad Saifuddin di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Ahad (16/6).

Ke-520 pemudik yang baru saja pulang kampung di sejumlah daerah di Jawa Tengah ini merupakan peserta ‘Balik Lebaran Gratis Bareng Semen Gresik’, dengan tujuan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat dan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Untuk tahap pertama pelepasan, dilaksanakan pelepasan pada pukul 10.00 WIB, total sebanyak 270 orang dengan Kapal Motor (KM) Leuser tujuan Sampit. “Sisanya sebanyak 250 orang akan dilepas Ahad malam dengan tujuan Kumai,” ungkap Saifuddin.

Ia menjelaskan, kegiatan mudik saat lebaran merupakan tradisi yang baik karena bisa menjadi wadah silaturahmi massal dengan keluarga maupun antar sesama umat. Namun aktivitas ini tak hanya membutuhkan fisik prima saja, namun juga kemampuan keuangan yang cukup.

Sebab pergeseran yang dilakukan tak hanya antar kota saja, namun juga bisa antar provinsi bahkan antar pulau, di tanah air. Bahkan biaya transportasi menjadi salah satu pengeluaran yang cukup besar selama mudik ke kampung halaman atau balik ke tempat perantauan.

Untuk itu, PT Semen Gresik mendukung hajat tahunan masyarakat ini melalui progam ‘Balik Lebaran Gratis Bareng Semen Gresik’. Progam ini merupakan hasil kerja sama yang sinergis antara PT Semen Gresik dengan PT Pelni Cabang Semarang dan PT Pelindo III.

Seluruh biaya Progam Balik Lebaran Gratis ini ditanggung Semen Gresik dan peserta juga dibekali dengan makanan ringan, obat-obatan, kaos, topi dan juga asuransi.

“Moda transportasi laut yang digunakan juga memenuhi standar keselamatan dan kelayakan sehingga peserta aman dan nyaman selama di perjalanan,” jelasnya dalam acara pelepasan yang juga dihadiri Direktur Usaha PT Pelni, OS Sodikin dan General Manager (GM) Pelabuhan Tanjung Emas Semarang (PT Pelindo III), Faris Haryoso ini.

Sementara itu, progam yang menjadi bagian dari BUMN Hadir untuk Negeri ini sangat diminati warga Jawa Tengah yang merantau di sejumlah daerah di Kalimantan.

Mereka tak hanya berasal dari wilayah Kabupaten Rembang saja, namun juga kabupaten/kota lain di provinsi ini.Seperti Banjarnegara, Wonosobo, Pemalang, Boyolali, Pati, Rembang dan lainnya.

Salah seorang peserta bernama Haris Hermansyah (31 tahun), warga Desa/ Kecamatan Punggelan Kabupaten Banjarnegara mengaku mengikuti program ini bersama dengan enam rekannya, sesame pekerja yang mengadu nasib di Sampit.

Ia merasa terbantu dengan progam Balik Lebaran Bareng Semen Gresik. “Saya dan teman- teman kebetulan baru beberapa bulan ini bekerja di perusahaan sawit di Sampit, sehingga awalnya belum bisa memastikan bisa pulang kampung karena tak punya uang untuk ongkos kapal.

Belakangan ia mendengar ada informasi program ini dan akhirnya bisa mendaftar. “Makanya sangat membantu, lumayan bisa menghemat ongkos perjalanan,” ungkapnya.

Kharis (34), warga Desa Sokowangi, Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang juga mengaku terbantu program ini. Ia bersama istri dan ke-dua anaknya akan pulang ke Sampit setelah hampir se-bulan pulang ke kampong halamannya di Pemalang.

“Saya bekerja sebagai tukang bangunan di Sampit, untuk pulang dengan istri dan dua anak tentu ongkosnya jauh dari kemampuan. Sehingga program ini sangat membantu, terlebih bagi masyarakat menengah ke bawah seperti saya,” tandasnya.

Pun demikian Sungarwiningsih (54), warga Kelurahan Magersari, Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang juga mengaku terbantu dengan adanya program dari PT Semen Gresik ini.

Selama 20 tahun terakhir, Sungarwiningsih tinggal di Kumai. Di tempat perantauan tersebut, ia hanya tinggal dengan seorang anaknya. Sebab suaminya sudah lama meninggal dunia dan sehari- hari harus berjualan di Pasar Kumai.

Hanya saja, hasilnya memang tidak pasti, kendati dari berjualan itu mampu menjadi penopang utama kebutuhan keluarganya. Sehingga untuk memikirkan bisa pulang dan membeli tiket kapal nyaris tak terpikirkan.

Karena tiket balik saja harganya berkisar antara Rp350 ribu – Rp500 ribu per orang. “Makanya saya bersyukur sekali ada Progam Balik Lebaran gratis ini,” lanjutnya.

Sementara itu, bagi Sutami (60), warga Dusun Dolo, Desa Sranten, Kecamatan Karanggede, kabupaten Boyolali ini menjadi istimewa. Karena empat lebaran terakhir tidak bisa pulang kampung karena persoalan biaya dan ongkos perjalanan.

Ia mudik ke Boyolali bersama anak, menantu dan dua cucu. “Kalau tiap tahun ada program seperti ini, mungkin tiap lebaran kami bisa mudik ke kampung halaman di Karanggede, Boyolali,” tandasnya.

Sumber republika, edit koranbumn

Check Also

Menteri Erick Thohir Gelar Sertijab di Kantor Kementerian BUMN

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kabinet Indonesia Maju Erick Thohir tiba di Kementerian BUMN …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *