Home / Berita / Adhi Commuter Properti Bermitra dengan Ustadz Yusuf Mansur dan Dua Mitra Lain Kembangkan Proyek Properti

Adhi Commuter Properti Bermitra dengan Ustadz Yusuf Mansur dan Dua Mitra Lain Kembangkan Proyek Properti

PT Adhi Commuter Properti (ACP), anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk., melakukan kerja sama dengan tiga mitra baru di tiga lokasi yang berbeda.

Pertama, dengan Ustad Yusuf Mansur untuk pengembangan lahan di Sentul KM 37. Kedua, dengan PT Sigma Eltra Propertindo untuk pengembangan lahan di Sentul Side KM 33. Ketiga, dengan PT Perusahaan Pengelola Aset & Taman Kuling Raya untuk pengembangan lahan Danau Bogor Raya.

Direktur Pengembangan dan Pemasaran ACP Indra Syahruzza Nasution mengatakan, pihaknya telah melakukan penandatanganan kerja sama pengembangan lahan di tiga lokasi.

Adapun proyek ACP yang sedang berjalan saat ini terdiri dari 6 proyek properti dan 3 Hotel, yaitu: LRT City Bekasi – Eastern Green; LRT City Sentul – Royal Sentul Park; LRT City Jaticempaka – Gateway Park; LRT City Ciracas – Urban Signature; MTH 27 Office Suites dan LRT City Bekasi – Green Avenue, Grandhika Hotel di tiga kota besar; Jakarta, Medan dan Semarang.

Sementara itu, terdapat delapan proyek yang sedang proses perizinan dan pengembangan, meliputi Cisauk Point (Member of LRT City), Oase Park (Member of LRT City) dan The Premiere MTH, Bogor Raya, Cibubur, Sentul KM 37, Sentul KM 29 dan Sentul Side.

Seluruh produk pengembangan lahan tersebut berupa Apartemen, Ruko, Komersial Area, Mall, Office, serta Landed House di beberapa proyek pengembangan.

“Seiring dengan meningkatnya kebutuhan properti terutama bagi kalangan kelas menengah dikota besar seperti pulau jawa, maka ACP yang bergerak di bidang properti ikut menikmati pertumbuhan peningkatan demand tersebut,” katanya melalui siaran pers, Kamis (30/9/2019).

Direktur Keuangan, SDM dan Umum ACP Mochamad Yusuf menambahkan jumlah aset perseroan pada kuartal I/2019 telah mencapai Rp2,7 triliun. Tahun ini, ACP menargetkan penjualan Rp1,7 triliun yang terdiri dari penjualan unit apartemen, gedung perkantoran, komersial area dan hotel Grandhika.

“Adapun atas 14 lahan pengembangan diharapkan menghasilkan nilai properti Rp42 triliun dan rencana besar perusahaan pada akhir tahun adalah melakukan Initial Public Offering (IPO) dengan melepas 30% saham senilai Rp2,5 triliun,” ujar Yusuf Mansur.

Ia mengharapkan pertumbuhan asset perusahaan menjadi sebesar Rp7 triliun-Rp10 triliun setelah IPO. Adapun per akhir 2018 aset ACP Rp2,5 triliun.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Check Also

4 Pembangkit Energi Baru untuk Papua

Perusahaan Lisrik Negara menetapkan empat pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT) untuk Provinsi Papua dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *