Home / Berita / Adhi Karya Respons Cepat Teguran Gubernur DKI Jakarta, dengan Menambah Pompa Air

Adhi Karya Respons Cepat Teguran Gubernur DKI Jakarta, dengan Menambah Pompa Air

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) merespons teguran keras Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan soal aliran air yang tertutup material pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek dan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu).

Hal tersebut menyebabkan banjir di Cawang, Pancoran, dan lokasi sekitar pembangunan Tol Becakayu pada Selasa (2/4).

Sekretaris Perusahaan Adhi Karya, Ki Syahgolang Permata, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini telah menambah jumlah pompa air, sesuai dengan keinginan Anies. Namun dia menegaskan, sebelumnya Adhi Karya sudah menyediakan pompa air di lokasi konstruksi.

“Telah ditindaklanjuti, termasuk penambahan jumlah pompa dari yang eksisting,” katanya kepada kumparan, Kamis (4/4).

Dia menambahkan, banjir yang terjadi pada awal pekan lalu akan dijadikan bahan evaluasi oleh pihaknya agar hal serupa tak terjadi. Pun ke depan koordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta akan ditingkatkan.

“Koordinasi dengan pihak terkait termasuk Dinas Sumber Daya Air di Pemprov DKI telah kita lakukan, dan tentunya ke depan akan kami tingkatkan lagi,” beber Ki Syahgolang.

Sementara itu, Vice President Corporate Secretary Waskita Karya, Shastia Hadiarti, mengaku saat ini pihaknya tengah membangun sumur resapan di lokasi pembangunan Tol Becakayu di Cawang agar banjir tak lagi terjadi.

“Saat ini telah dimulai pembangunan sumur resapan di sekitar lokasi,” jelasnya.

Dia pun mengungkapkan sebelum ditegur Anies, pihaknya telah memasang box culvert berukuran 2×2 meter di sepanjang Jalan DI Pandjaitan, Jakarta Timur. Hal itu untuk mengganti fungsi saluran air yang tertutup material pembangunan tol itu.

“Dan (kami membangun) tampungan air dengan ukuran 16×4 meter untuk dibuang ke cross drain sungai Ciliwung,” kata Shastia.

Sebelumnya diberitakan, Anies menyebut, kemacetan parah di 3 titik di Jakarta pada Selasa (2/4) disebaban oleh aliran air tertutup oleh material proyek LRT Jabodebek dan Tol Becakayu.

“Kita temukan bahwa saluran-saluran air kita tertutup pilar-pilar pembangunan LRT. Nah kontraktor tidak menyiapkan dengan volume yang cukup, pompa-pompa air dari tempat yang terhalang ke saluran kita,” tegasnya.

Sumber Kumparan, edit koranbumn

Check Also

BTN Klaim Kinerja Memasuki Kuartal III/2019 Masih Solid

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mengklaim kinerja perseroan tetap solid memasuki kuartal III/2019. Hal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *