Home / Berita / Akses Sibuk Para Pengemudi, Tol Cibitung-Cilincing Didorong Lebih Cepat Selesai

Akses Sibuk Para Pengemudi, Tol Cibitung-Cilincing Didorong Lebih Cepat Selesai

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) akan mendorong Tol Cibitung-Cilincing agar cepat diselesaikan karena tol itu merupakan akses sibuk para pengemudi.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Kementerian PUPR, Danang Parikesit mengatakan bahwa untuk Tol Cibitung-Cilincing paling kritis.

“Sebenarnya secara progres masih ontrack terutama Cibitung-Cilincing ya karena sebenernya dari Jorr 2 yang paling kritis Cibitung-Cilincing,” ujarnya pekan lalu.

Sebagaimana diketahui kawasan industri di Bekasi saat ini terfokus di wilayah yang dekat dengan akses jalan tol Jakarta – Cikampek. Pasalnya, jalan tol yang sudah beroperasi sejak 1984 itu menjadi akses tol utama untuk menuju Pelabuhan Tanjung Priok.

Adapun, jalan tol Cibitung – Cilincing akan menjadi akses alternatif dari kawasan industri di Bekasi menuju Pelabuhan Tanjung Priok.

Danang menambahkan, meski perlu dikebut pihaknya berharap bahwa progres dan target selesai akan sesuai dengan yang ditetapkan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) sendiri.

Sebelumnya, Direktur Utama CTP, Thorry Hendrarto melansir progres pembangunan jalan tol hingga pertengahan Februari 2019 telah mencapai 50,51%. Jalan tol sepanjang 34 kilometer ini dijadwalkan rampung pada akhir 2019.

Ruas JORR 2 yang paling panjang adalah ruas Cibitung-Cilincing yang terdiri atas 4 seksi, yakni Seksi I SS Cibitung-Gabus Indah panjang 13,1 km progresnya 61,7% dan Seksi II Gabus Indah-Muara Bakti sepanjang 6 km dengan progres mencapai 60,3%.

Menurut Thory, kedua seksi tersebut ditargetkan selesai Juni 2019 dan diupayakan agar bisa digunakan secara fungsional untuk pemudik yang ingin melintasi jalan ini.

“Masih diupayakan, saat ini masih mengejar pembebasan lahan,” ujarnya.

Di sisi lain, saat ini CTP berupaya membebaskan lahan di seksi 4 (7,1 kilometer) dan diharapkan pada Juni 2019 bisa rampung. Thorry menyebut, pihaknya berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian PUPR, Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), dan Kementerian ATR/BPN untuk mempercepat pembebasan lahan. Secara keseluruhan, progres pembebasan lahan kini telah mencapai 76%.

“Pembebasan lahan masih kurang 23% lagi,” ujarnya.

Jalan tol Cibitung – Cilincing dibangun dengan biaya investasi Rp10,8 triliun. CTP mendapat pinjaman sebesar Rp7,4 triliun dari sindikasi perbankan untuk membiayai proyek ini. CTP dimiliki oleh Waskita Toll Road (WTR) dan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) dengan porsi kepemilikan saham masing-masing 55% dan 45%.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Check Also

Perkuat Jalinan Bisnis Perusahaan Pendukung, Elnusa Petrofin Gelar Vendor Appreciation Day

Menghadapi era VUCA saat ini Elnusa Petrofin perkuat jalinan kerjasama bisnis dengan perusahaan-perusahaan pendukungnya, melalui …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *