Home / Berita / Angkasa Pura Airports Siapkan Lokasi Khusus UMKM di Bandara Internasional Yogyakarta

Angkasa Pura Airports Siapkan Lokasi Khusus UMKM di Bandara Internasional Yogyakarta

Sebagai bentuk dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), PT Angkasa Pura I (Persero) menyiapkan lokasi khusus di Bandara Internasional Yogyakarta (New Yogyakarta International Airport/NYIA), Kulon Progo.

Pada tahap awal pengoperasian terminal internasional NYIA nanti, Angkasa Pura Airports menyediakan lima titik gerai UMKM yang masing-masing berukuran 1,5 meter persegi dan satu gerai berukuran 50 meter persegi yang tersebar di area boarding lounge. Angkasa Pura I menggandeng Dinas Koperasi dan UMKM (Diskop UMKM) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menentukan UMKM dan produk apa saja yang akan ditampilkan di gerai-gerai tersebut.

“Gerai UMKM ini akan memprioritaskan produk-produk lokal DIY. Untuk pembagian gerai, dua titik dialokasikan untuk UMKM Kulon Progo dan sisanya akan kami seleksi untuk UMKM DIY dan kabupaten sekitarnya,” ungkap Kepala Dinas Koperasi dan UMKM DIY Srie Nurkyatsiwi. “Semua akan dilakukan kurasi produk dan evaluasi sesuai tata kelola yang ditentukan. Khusus UMKM yang bergerak di bidang kuliner, wajib memiliki izin PIRT, sertifikat halal, dan lolos uji BPOM,” lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa saat ini sudah ada 190 produk unggulan binaan Diskop UMKM DIY yang berpotensi masuk NYIA, yaitu dari kerajinan (batik, kayu, kulit, perak, kontemporer), fashion (hijab, baju, tas, sepatu, sandal), dan kuliner (makanan dan minuman kemasan).

Direktur Pemasaran dan Pelayanan Angkasa Pura Airports Devy Suradji mengatakan, nantinya produk UMKM akan terbagi menjadi food, craft, dan fashion yang akan mengisi gerai-gerai yang disediakan Angkasa Pura I di area keberangkatan NYIA selama operasional terminal internasional hingga bandara ini siap beroperasi penuh di akhir tahun 2019.

“Kami berharap melalui gerai khusus UMKM di NYIA ini dapat meningkatkan upaya promosi dan pemasaran bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah serta meningkatkan kegiatan perekonomian masyarakat di Kabupaten Kulon Progo maupun Provinsi DIY,” ucap Devy.

Sebagai BUMN yang mempunyai tanggung jawab sebagai agen pembangunan, lanjut Devy, upaya yang dilakukan Angkasa Pura Airports ini merupakan salah satu komitmen untuk turut memajukan perekonomian masyarakat di sekitar bandara.” Inisiatif ini semoga dapat membantu mengenalkan produk UMKM DIY dan Kulon Progo kepada dunia melalui NYIA,” harap Devy.

Progres NYIA
Progres pembangunan NYIA untuk tahap operasional terminal internasional telah mencapai 76,5 persen hingga minggu ke-33 pelaksanaan pekerjaan atau 3 Maret 2019. NYIA merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diamanatkan oleh Pemerintah RI kepada Angkasa Pura Airports. NYIA mendesak untuk dibangun mengingat Bandara Adisutjipto yang ada saat ini sudah dalam kondisi lack of capacity. Ditargetkan pembangunan NYIA akan selesai 100 persen untuk pembangunan fase 1 pada Desember 2019 ini.

NYIA akan memiliki terminal penumpang seluas 210 ribu meter persegi berkapasitas 14 juta penumpang per tahun, hampir 9 kali lipat dari kapasitas Bandara Adisutjipto. NYIA nantinya digadang-gadang akan menjadi bandara terbesar ketiga di tanah air. 

Sumber AP1, edit koranbumn

Check Also

Dirut Bintang Perbowo Berikan Materi kepada Karyawan MT HK 2019

Untuk menyambut segenap MT Hutama Karya, pada hari Selasa yang lalu, tepatnya 9 Juli 2019 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *