Home / Berita / Angkasa Pura I Terus Mengembangkan Konsep Bandara Ramah Lingkungan

Angkasa Pura I Terus Mengembangkan Konsep Bandara Ramah Lingkungan

PT Angkasa Pura (Persero) terus mengembangkan konsep bandara ramah lingkungan atau ‘eco-friendly airport’ dan prinsip perusahaan berkelanjutan.

Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) I Faik Fahmi mengatakan telah mengenalkan konsep bandara ramah lingkungan melalui terminal baru Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang yang diikuti pengimplementasian secara penuh standar ISO 14001 terkait lingkungan oleh Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

“AP I juga telah memasukkan strategi lingkungan hidup ke dalam program-program corporate social responsibility (CSR) seperti penanaman pohon, penanaman terumbu karang, dan lainnya,” katanya, Senin (18/3/2019).

Faik Fahmi lantas memaparkan beberapa inisiatif pada kegiatan operasional berbasis lingkungan yang telah dilakukan AP I.

Ia menyebut telah melalukan pelaporan karbon yang dihasilkan di 13 bandara yang dikelola melalui platform ACI’s Airport Carbon and Emissions Reporting Tool (ACERT) setiap 6 bulan. Platform ini memudahkan AP I mengulas pengelolaan energi.

Perusahaan pelat merah ini juga melakukan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) dalam setiap pembangunan di kawasan bandara, baik kawasan sisi darat (‘landside’) maupun sisi udara (‘airside’).

Selain itu, menyediakan instalasi fasilitas pengelolaan air hujan, daur ulang air limbah, pengukuran emisi kendaraan, dan pengelolaan sampah (‘waste management’).

“Kami juga mengimplementasikan konsep arsitektur penerangan terminal pada bandara dan terminal bandara baru,” ujarnya.

Faik Fahmi mengatakan telah memasanginstalasi LED floods lights untuk penerangan area apron, sistem sensor pada peralatan, panel surya, dan pendingin dengan bantalan magnetic sentrifugal sebagai solusi penghematan energi.

Kata dia AP I telah melakukan kajian ‘habitat management’ untuk memastikan pembangunan dan operasional bandara tidak mengganggu biodiversiti dan memitigasi bahaya (hazard) yang ditimbulkan oleh kehadiran hewan liar di kawasan bandara.

Komitmen terhadap lingkungan hidup dan operasi bisnis yang berkelanjutan juga ditunjukkan dengan keikutsertaan Bandara Adi Soemarmo Solo pada program Airport Excellence (APEX) in Environment yang diadakan Airports Council International (ACI) pada 2018 lalu.

“Bandara Adi Soemarmo Solo menjadi bandara pertama di Asia-Pasifik yang ikut serta dalam kegiatan terkait penerapan prinsip lingkungan hidup dan keberlanjutan di bandara tersebut,” tuturnya.

Pada program ini dilakukan telaah terhadap aspek pengelolaan lingkungan di Bandara Adi Soemarmo oleh para ahli lingkungan hidup dan juga mempelajari pengelolaan bandara berbasis lingkungan hidup dari bandara-bandara terkemuka di dunia.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Check Also

Pusri Beri Bantuan Korban Musibah Kebakaran Kertapati

Sebagai bentuk kepedulian terhadap musibah kebakaran yang menimpa warga Kelurahan Ogan Baru Kecamatan Kertapati, Pusri …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *