Home / Berita / Angkasa Pura II Berikan Cash Back kepada Maskapai Operasikan Penerbangan Tambahan

Angkasa Pura II Berikan Cash Back kepada Maskapai Operasikan Penerbangan Tambahan

Menyambut Ramadan, PT Angkasa Pura II menyiapkan insentif khusus selama angkutan lebaran, berupa cash back diberikan kepada maskapai yang mengoperasikan penerbangan tambahan (extra flight).

Cash back diberikan untuk armada dengan pesawat berbadan sedang (narrow body) selama masa angkutan Lebaran 2019. Besaran dari cash back adalah 100 persen dari biaya jasa pendaratan pesawat.

Cash back untuk extra flight ini khusus kami berikan supaya meringankan operasional maskapai dan di sisi lain jumlah penerbangan bertambah sehingga memastikan ketersediaan kursi bagi para pemudik,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, dalam keteangan persnya yang Bisnis kutip Minggu (5/5/2019).

Sebelum ini, AP II juga telah memberikan insentif, dan masih berlaku juga saat angkutan Lebaran.

  • New Route Incentives: Cash back 100% dari jasa pendaratan pesawat selama 1 tahun juga diberikan bagi maskapai yang membuka rute baru di bandara Angkasa Pura II, kecuali Bandara Internasional Jawa Barat dan rute dalam negeri Soekarno-Hatta.
  • New Airlines Entrance Incentives: Cash back jasa pendaratan pesawat juga diberikan kepada maskapai yang baru masuk ke bandara Angkasa Pura II, kecuali Bandara Internasional Jawa Barat.
  • Red Eye Incentives: Cash back 100% atas tarif jasa pelayanan jasa pendaratan dan jasa pelayanan penempatan pesawat selama 1 tahun bagi maskapai yang melakukan keberangkatan/kedatangan pada pukul 24.00-04.00 LT di Soekarno-Hatta.
  • Unschedule Flight Incentives: Cash back 100% atas tarif jasa pelayanan jasa pendaratan bagi penerbangan tidak berjadwal, kecuali jika dilakukan di Bandara Internasional Jawa Barat.

Muhammad Awaluddin mengatakan bahwa berbagai insentif yang diberikan merupakan salah satu inovasi AP II untuk meningkatkan lalu lintas penerbangan. Insentif ini juga kedepannya dapat meningkatkan traffic low cost carrier di bandara-bandara AP II, apalagi setelah beroperasinya Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai Low-Cost Carrier Terminal (LCCT).

“Terminal 2F resmi jadi LCCT pertama di Indonesia pada 1 Mei 2019. LCCT ini kami desain untuk meringankan biaya operasional sehingga maskapai LCC dapat lebih fokus dan maksimal melayani traveler, yang pada akhirnya akan menambah jumlah traffic.”

Sementara itu dari sisi business customer, AP II akan membangun kawasan Halal Park tepatnya di Plaza Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

“Melalui tema Experience Ramadhan, kami ingin menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi traveler dan pengunjung bandara. Salah satu yang baru adalah adanya Halal Park di Soekarno-Hatta,” imbuhnya.

Halal Park Tahap I akan mulai dibuka pada akhir Mei 2019 di Plaza Terminal 3, menghadirkan 40 tenant dari berbagai bidang usaha antara lain makanan dan minuman, ritel, fashionbeauty, perbankan BUMN, perbankan syariah, UMKM, Pegadaian, berbasis Zakat, hingga co-working space dan lain sebagainya.

Nantinya Halal Park ini total akan memiliki 120 tenant yang berdiri di atas lahan seluas 8.000 meter persegi.

“Halal Park tidak sekedar tempat berbelanja, namun juga memperkenalkan nilai-nilai agama di antaranya melalui alunan musik Islami dan juga keberadaan lembaga yang menerima penyaluran zakat, infaq, dan shadaqah,” jelas Muhammad Awaluddin.

Menurutnya, Halal Park juga jadi cikal bakal dari berdirinya Halal Lifestyle Distrik di Bandara Soekarno-Hatta yang terdiri dari hotel bintang 4 dan bintang 3, function halloffice space, serta halal & lifestyle retail. “Proyek seluruhnya ditargetkan tuntas 2021.”

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Check Also

Siasati Ketergantungan PLTA, Kamboja Minati Pembangkit Listrik Apung Buatan PAL

 Kamboja tertarik pada pembangkit listrik apung buatan Indonesia untuk menyiasati ketergantungan pada pembangkit listrik tenaga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *