Home / Berita / Angkasa Pura II Bertekad Bangun Kawasan Halal Khusus di Bandara Soekarno-Hatta

Angkasa Pura II Bertekad Bangun Kawasan Halal Khusus di Bandara Soekarno-Hatta

PT Angkasa Pura (Persero) akan membangun Halal Park di Plaza Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Direktur Utama Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin mengatakan latar belakang pembangunan tersebut adalah untuk menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi para pelancong dan pengunjung bandara.

“Melalui tema Experience Ramadhan, kami ingin memberikan salah satu yang baru dengan adanya Halal Park di Bandara Soekarno Hatta,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Sabtu (4/5/2019).

Awaluddin menjelaskan Halal Park Tahap I akan mulai dibuka pada akhir Mei 2019 di Plaza Terminal 3. Lokasi tersebut akan menghadirkan 40 gerai dari berbagai bidang usaha antara lain makanan dan minuman, ritel, fashion, kecantikan, perbankan BUMN, perbankan syariah, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Pegadaian, berbasis Zakat, hingga co-working space dan lain sebagainya

Nantinya, Halal Park ini akan memiliki 120 gerai yang berdiri di atas lahan seluas 8.000 meter persegi. Halal Park tidak sekadar menjadi tempat berbelanja, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai agama, di antaranya melalui alunan musik Islami dan juga keberadaan lembaga yang menerima penyaluran zakat, infaq, dan shadaqah.

Awaluddin menilai Halal Park juga bisa menjadi cikal bakal berdirinya Halal Lifestyle District di Bandara Soekarno-Hatta. Kawasan tersebut akan terdiri dari hotel bintang 4 dan bintang 3, function halloffice space, serta halal & lifestyle retail. Proyek ini seluruhnya ditargetkan tuntas pada 2021.

“Halal Park dan Halal Lifestyle District ini untuk mendukung Indonesia sebagai tujuan utama wisata halal di dunia. Kami akan membuat Soekarno-Hatta bukan hanya sekadar bandara, tapi juga pusat kegiatan ekonomi dan pariwisata,” paparnya.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

 

Check Also

Siasati Ketergantungan PLTA, Kamboja Minati Pembangkit Listrik Apung Buatan PAL

 Kamboja tertarik pada pembangkit listrik apung buatan Indonesia untuk menyiasati ketergantungan pada pembangkit listrik tenaga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *