Home / Berita / ANTAM Dapatkan Perpanjangan Persetujuan Ekspor Mineral Logam untuk Ekspor Bijih Nikel Kadar Rendah dan Bijih Bauksit Tercuci

ANTAM Dapatkan Perpanjangan Persetujuan Ekspor Mineral Logam untuk Ekspor Bijih Nikel Kadar Rendah dan Bijih Bauksit Tercuci

PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM; IDX: ANTM; ASX: ATM) mengumumkan bahwa Perusahaan telah mendapatkan Rekomendasi Perpanjangan Persetujuan Ekspor Mineral Logam untuk penjualan ekspor bijih nikel kadar rendah (<1,7% Ni) sebesar 2,7 juta wet metric ton (wmt) dan bijih bauksit tercuci dengan kadar ≥42% Al2O3 sebesar 840 ribu wmt dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk periode Tahun 2019-2020 pada bulan Maret 2019.

Sebelumnya pada tahun 2018, ANTAM telah mendapatkan perpanjangan rekomendasi ekspor bijih nikel kadar rendah dengan total sebesar 3,68 juta wmt yang terdiri dari masing-masing 2,7 juta wmt diperoleh pada bulan Maret 2018 serta 980 ribu wmt diperoleh pada bulan November 2018. Sedangkan rekomendasi ekspor bijih bauksit tercuci diperoleh pada periode Maret 2018.

Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM No. 5 Tahun 2017 Tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral, Melalui Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian di Dalam Negeri, ANTAM masuk dalam kriteria Perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi Nikel dan Bauksit yang telah memiliki dan mengoperasikan serta mengembangkan pabrik pengolahan mineral di dalam negeri. Berdasarkan peraturan tersebut, ANTAM diperkenankan untuk melakukan ekspor bijih nikel kadar rendah dan bijih bauksit tercuci selama 5 (lima) tahun dengan rekomendasi persetujuan ekspor bijih yang diperpanjang setiap tahunnya.

Direktur Utama ANTAM, Arie Prabowo Ariotedjo mengatakan:
“Kegiatan ekspor bijih nikel kadar rendah dan bijih bauksit yang dilakukan oleh ANTAM saat ini akan mendukung pengembangan hilirisasi mineral Perusahaan yang telah kami laksanakan sejak tahun 1974, sejalan dengan pengoperasian pabrik feronikel FeNi I ANTAM. Saat ini, ANTAM telah memiliki beragam fasilitas pengolahan mineral baik nikel, emas, perak maupun bauksit. Selama lima dekade, ANTAM senantiasa berupaya meningkatkan nilai tambah mineral yang dimiliki sejalan dengan kebijakan hilirisasi Pemerintah”.

Pada tahun 2018, ANTAM mencatatkan penjualan ekspor bijih nikel kadar rendah sebesar 3,9 juta wmt dan ekspor bijih bauksit tercuci sebesar 920 ribu wmt. Besaran kontribusi ANTAM kepada Negara pada tahun 2018 dari pembayaran sektor Pajak serta Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNPB) mencapai Rp576 miliar.

Sumber Antam, edit koranbumn

Check Also

Perkuat Jalinan Bisnis Perusahaan Pendukung, Elnusa Petrofin Gelar Vendor Appreciation Day

Menghadapi era VUCA saat ini Elnusa Petrofin perkuat jalinan kerjasama bisnis dengan perusahaan-perusahaan pendukungnya, melalui …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *