Home / Berita / ANTAM Manfaatkan Limbah Slag Nikel Jadi Bahan Konstruksi Beton

ANTAM Manfaatkan Limbah Slag Nikel Jadi Bahan Konstruksi Beton

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berencana mengeluarkan limbah slag nikel dari kategori bahan berbahaya dan beracun (B3). Oleh karena itu, KLHK akan segera menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) mengenai tata cara uji karakteristik pengecualian limbah slag nikel.

Emiten pertambangan pun menyambut baik wacana ini, salah satunya adalah PT Aneka Tambang Tbk ( ANTM ). Untuk diketahui, emiten penghuni Indeks Kompas100 ini memiliki pabrik feronikel di Pomalaa, Sulawesi Tenggara.

Plh. SVP Corporate Secretary Aneka Tambang Dede Izudin mengatakan pihaknya sangat mendukung penuh rencana ini. Bahkan, ANTM telah terlebih dahulu mengolah limbah slag nikel menjadi bahan konstruksi beton.

“Kami mengolah slag nikel menjadi bahan konstruksi beton yang kami beri nama POTON atau Pomalaa Beton,” ujar Dede kepada Kontan.co.id, Rabu (9/10).

Adapun pemanfaatan ini dilakukan sebab ANTM telah mengantongi izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia No. SK.127/Menlhk/Setjen/PLB.3/2/2019 tertanggal 11 Februari 2019.

Lebih lanjut, Dede mengatakan hasil pengolahan slag nikel tersebut dimanfaatkan untuk tiga kegunaan. Pertama adalah untuk substitusi bahan baku pembuatan paving block, batako, dan beton.

Kegunaan kedua adalah sebagai substitusi bahan baku agregat kasar untuk konstruksi roadbase di sekitar lokasi pertambangan Unit Bisnis Pertambangan (UBP) Nikel di Sulawesi Tenggara.

Kegunaan terakhir adalah sebagai substitusi bahan baku agregat kasar untuk konstruksi yardbase di lokasi PLTU dan Pelabuhan ANTM

Dede menjelaskan, pada 2018 UBP Nikel Sulawesi Tenggara menghasilkan 1,023 juta ton limbah slag nikel. “Semuanya dimanfaatkan sebagai sebagai substitusi bahan baku agregat kasar untuk konstruksi roadbase dan yardbase,” terang Dede.

Untuk diketahui, per semester I 2019 produksi nikel ANTM telah mencapai 4,79 juta wet metric ton (wmt) atau naik 27% dibandingkan periode yang sama tahun 2018 yaitu sebesar 3,77 juta wmt.

Sementara serapan belanja modal atau capital expenditure (capex) ANTM per Juni 2019 sebesar Rp 685,14 miliar dan sebagian besar dialokasikan untuk investasi pengembangan sebesar Rp 612,8 miliar.

Pengembangan tersebut meliputi penyelesaian pabrik feronikel di Halmahera Timur serta pengembangan kapasitas pabrik bauksit di Kalimantan Barat.

Terakhir, Dede menegaskan bahwa pengolahan slag nikel ini 100% dilakukan oleh internal ANTM. ”Antam tidak bekerja sama dengan pihak ketiga,” ungkap Dede.

Sumber Kontan, edit koranbumn

Check Also

Puncak Peringatan HUT DAHANA ke-53 Digelar di Bale DAHANA

Puncak rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun PT DAHANA (Persero) ke-53 digelar di Bale DAHANA. Acara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *