Home / Berita / ANTAM Tetap Menjadi Bagian Dari Indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia Sejalan Dengan Pertumbuhan Kinerja Produksi Dan Penjualan Yang Positif Pada Sembilan Bulan Pertama Tahun 2018

ANTAM Tetap Menjadi Bagian Dari Indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia Sejalan Dengan Pertumbuhan Kinerja Produksi Dan Penjualan Yang Positif Pada Sembilan Bulan Pertama Tahun 2018

PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM; IDX: ANTM; ASX: ATM) mengumumkan bahwa Perusahaan tetap menjadi bagian dari Indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode perdagangan Agustus 2018 sampai dengan Januari 2019. Indeks LQ45 merupakan 45 saham Perusahaan Tercatat di BEI yang memiliki tingkat likuiditas tertinggi dan kapitalisasi pasar besar di Bursa.

Direktur Keuangan ANTAM, Dimas Wikan Pramudhito mengatakan:

“ANTAM berkomitmen untuk meningkatkan capaian kinerja yang solid melalui pengembangan strategi proyek-proyek hilirisasi, sehingga mampu memberikan imbal hasil yang positif kepada para pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya. Dengan adanya strategi tersebut, diharapkan dapat meningkatkan struktur keuangan serta meningkatkan kinerja saham ANTAM.”

Capaian kinerja operasi dan penjualan komoditas utama ANTAM yang solid pada Periode Sembilan Bulan Pertama Tahun 2018 (9M18), tercermin pada volume produksi feronikel yang mencapai 19.264 ton nikel dalam feronikel (TNi), naik 21% dibandingkan capaian produksi pada Periode Sembilan Bulan Pertama Tahun 2017 (9M17) sebesar 15.813 TNi. Sejalan dengan pertumbuhan volume produksi, penjualan feronikel pada 9M18 tercatat sebesar 19.149 TNi atau naik sebesar 49% dibandingkan periode 9M17 sebesar 12.816 TNi. Peningkatan volume produksi dan penjualan feronikel sejalan dengan tercapaianya stabilitas operasi produksi pabrik feronikel ANTAM di Pomalaa yang saat ini memiliki kapasitas produksi terpasang hingga 27.000 TNi per tahun.

Untuk komoditas emas, pada 9M18 total volume produksi emas dari tambang Pongkor dan Cibaliung mencapai sebesar 1.478 kg atau naik 0,3% dibandingkan 9M17 sebesar 1.473 kg.    Sedangkan volume penjualan emas ANTAM tercatat sebesar 22.388 kg atau naik tumbuh sebesar 221% dibandingkan 9M17 yang mencapai 6.966 kg. ANTAM terus berupaya untuk meningkatkan penjualan emas dengan melakukan inovasi pada berbagai produk emas Logam Mulia. Untuk meningkatkan jangkauan distribusi penjualan emas ANTAM-LM di dalam negeri, pada bulan Juli 2108, ANTAM dan PT Pos Indonesia (Persero) menyepakati untuk melanjutkan Kerjasama Penjualan Emas ANTAM di Kantorpos. Pada bulan September 2018, ANTAM juga menjalin kerjasama dengan PT Bank Jabar Banten Syariah (Bank BJB Syariah) terkait penjualan emas ANTAM-LM, terutama untuk meningkatkan distribusi penjualan emas di wilayah Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta.

Pada periode 9M18, volume produksi bijih nikel tercatat sebesar 6,49 juta wet metric ton (wmt), atau naik sebesar 84% dibandingkan 9M17 yang tercatat sebesar 3,51 juta wmt. Sedangkan    volume penjualan bijih nikel tercatat sebesar 4,10 juta wmt, atau naik 99% dibandingkan dengan volume penjualan periode 9M17 sebesar 2,06 juta wmt. Komoditas bauksit turut   memberikan kontribusi positif pada periode 9M18 dengan capaian produksi mencapaI 788 ribu wmt, naik sebesar 73% dengan volume penjualan bauksit mencapai 693 ribu wmt atau naik sebesar 39%.

ANTAM terus berupaya mengembangkan strategi melalui proyek-proyek hilirisasi. Proyek strategi pengembangan ANTAM saat ini mencakup Proyek Pembangunan Pabrik Feronikel Haltim (P3FH) dengan kapasitas produksi sebesar 13.500 TNi (Line 1). Hingga periode September 2018 realisasi konstruksi P3FH telah mencapai 80% dan direncanakan konstruksi pabrik akan selesai pada akhir tahun 2018. Nantinya dengan selesainya proyek pembangunan pabrik feronikel Haltim (Line 1) akan meningkatkan kapasitas total terpasang feronikel ANTAM sebesar 50% dari kapasitas produksi feronikel terpasang saat ini sebesar 27.000 TNi menjadi 40.500 TNi per tahun. Dalam hal pengembangan komoditas bauksit, saat ini ANTAM terus berfokus pada pembangunan pabrik Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) bekerjasama dengan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) (Inalum) yang memiliki kapasitas pengolahan sebesar 1 juta ton SGA per tahun (Tahap 1). Pada bulan Oktober 2018, telah dilakukan penandatangan Kerjasama antara Inalum Group (Inalum & ANTAM) dengan Aluminum Corporation of China Ltd. (CHALCO) terkait Pembangunan SGAR. Direncanakan ground breaking akan dilaksanakan pada kuartal 4 tahun 2018.

Saham ANTAM setiap harinya aktif diperdagangkan di BEI, jumlah investor yang memiliki saham ANTAM sampai dengan akhir Oktober 2018 sebesar 45.925 investor, meningkat 23% dibandingkan jumlah investor pada akhir Oktober 2017 sebesar 37.269 investor. Sampai dengan periode Oktober 2018 harga penutupan saham ANTAM mencapai Rp680 per saham, meningkat 10% dibandingkan harga penutupan pada bulan Oktober 2017 sebesar Rp645 per saham. Kinerja saham ANTAM sepanjang periode Januari – Oktober 2018 (10M18) yang positif dapat dilihat dari rata-rata volume perdagangan saham harian yang mecapai 76,22 juta saham, tumbuh 84% dibandingkan rata-rata volume perdagangan saham harian yang mencapai 41,33 juta saham pada periode Januari – Oktober 2017 (10M17). Rata-rata nilai transaksi harian pada 10M18 sebesar Rp64,82 miliar, tumbuh 109% dibandingkan 10M17 sebesar Rp31,02 miliar.

Sumber ANTAM

Check Also

Implementasi Transformasi Digital, Angkasa Pura II Percepat Peningkatan Standar Operasional dan Pelayanan Bandara

PT Angkasa Pura II (Persero) mengklaim telah menjalankan transformasi digital selama tiga tahun terakhir guna …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *