Home / Berita / AP II Akan Tuntaskan Studi Kelayakan Pembangunan Bandara Soekarno-Hatta II pada Pertengahan Tahun Ini

AP II Akan Tuntaskan Studi Kelayakan Pembangunan Bandara Soekarno-Hatta II pada Pertengahan Tahun Ini

PT Angkasa Pura II (Persero) menargetkan studi kelayakan atau feasibility study secara lengkap untuk rencana pembangunan Bandara Soekarno-Hatta II akan tuntas pada pertengahan tahun ini.

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan hasil kajian tersebut nantinya akan diserahkan kepada Kementerian Perhubungan sebagai bagian dari usulan pembangunan. Adapun, operator bandara tersebut sudah menyelesaikan studi kelayakan awal pada Desember 2018.

“FS final untuk Bandara Soetta [Soekarno-Hatta] ini masih belum selesai. Kami akan selesaikan dan segera submit ke regulator pada Juli [2019],” kata Awaluddin, Rabu (17/4/2019).

Dia menambahkan hasil kajian tersebut akan digunakan Kemenhub untuk mempertimbangkan usulan dari AP II. Laporan FS membutuhkan rekomendasi dari pemangku kepentingan terkait.

Pihaknya menjelaskan, pemangku kepentingan tersebut antara lain seperti pemerintah daerah setempat dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Rekomendasi pemerintah daerah terkait dengan tata ruang zonasi wilayah, sedangkan KKP memberikan pandangan soal kemungkinan penggunaan area laut untuk reklamasi.

Awaluddin menyebut sisi Utara bandara saat ini berdekatan dengan Laut Jawa, sehingga ada kemungkinan pembangunan proyek Bandara Soekarno-Hatta II akan melebar sampai wilayah tersebut.

“[Penyusunan FS] itu tidak mudah karena kami memulai suatu area baru yang diusulkan sebagai kawasan pengembangan bandara. Menurut saya ada hal-hal cukup detail yang harus dibahas,” ujarnya.

AP II berencana membangun Bandara Soekarno-Hatta II tersebut dengan kapasitas hingga 100 juta penumpang per tahun. Kapasitas tersebut akan mampu mengantisipasi pertumbuhan penumpang dan mengurangi risiko terjadi kesenjangan antara kapasitas dan jumlah penumpang (backlog).

Terlebih, sebagai kota metropolitan kawasan Jabodetabek memiliki populasi besar dan pergerakan intra pulau yang tinggi. Kapasitas jumlah penumpang tersebut akan sama dengan arah pengembangan bandara eksisting.

Dia berpendapat pembangunan mega proyek tersebut harus dilakukan agar potensi perkembangan transportasi udara dalam negeri tidak diambil oleh negara tetangga. Singapura memutuskan untuk membangun Terminal 5 Bandara Changi dengan kapasitas hingga 100 juta atau setara dengan keempat terminal yang saat ini dimiliki.

Padahal, populasi di Negeri Singa tersebut sangat kecil, tetapi mereka mempersiapkan untuk mengakomodasi pertumbuhan pada kawasan regional atau menunggu spill over traffic yang terjadi di sekitarnya. Adapun, wilayah sekitar dengan pertumbuhan aviasi terbesar adalah Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Sumber AP2, edit koranbumn

Check Also

Pelni Bersama Pegadaian Gelar Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-74 di Namlea

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni bersama dengan Pegadaian menggelar upacara peringatan hari ulang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *