Home / Berita / Bank Mandiri Berikan Pinjaman Senilai Rp1 triliun Dalam Proyek Kredit Sindikasi Jalan Tol Cengkareng—Batuceper—Kunciran

Bank Mandiri Berikan Pinjaman Senilai Rp1 triliun Dalam Proyek Kredit Sindikasi Jalan Tol Cengkareng—Batuceper—Kunciran

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. mengucurkan pinjaman senilai Rp1 triliun dalam proyek kredit sindikasi untuk membiayai jalan tol yang digarap oleh PT Jasamarga Kunciran Cengkareng (JKC), anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Kredit sindikasi tersebut melibatkan empat bank, yakni Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BCA. Masing-masing bank mengambil porsi rata yakni Rp1 triliun. BRI bertindak sebagai agen fasilitas dan penampungan, sedangkan BCA bertindak sebagai agen jaminan.

Octavianus Sembiring, Vice President Bank Mandiri, mengatakan bahwa keikutsertaan perseroan dalam proyek kredit sindikasi tersebut merupakan bentuk konsistensi dalam mendukung sinergi antar BUMN pada program-program strategis pemerintah, khususnya dalam percepatan penyediaan infrastruktur utama.

“Bank Mandiri memiliki komitmen yang kuat dalam pembangunan proyek-proyek infrastruktur penting, seperti pembangunan jalan tol, dan pembangunan bandara maupun pelabuhan laut. Untuk itu, kami memiliki produk-produk pembiayaan yang bisa dimanfaatkan, termasuk pada tahap pembebasan lahan, pembangunan konstruksi maupun tahap pengoperasian,” katanya kepada Bisnis, Selasa (26/3/2019).

Untuk keseluruhan sektor infrastruktur, Bank Mandiri telah mengucurkan pembiayaan senilai Rp182,3 triliun hingga 31 Desember 2018.

Dari nilai tersebut, sebanyak Rp64,9 triliun dialokasikan untuk pembangunan transportasi, termasuk bandara dan pelabuhan, Rp59,6 triliun untuk pembangkit listrik, Rp43,7 triliun untuk proyek migas dan energi terbarukan, Rp26 triliun untuk sektor jalan tol, konstruksi dan sisanya untuk pembangunan telematika, perumahan dan fasilitas kota serta sektor lainnya.

“Hampir sekitar 75% kehadiran Bank Mandiri dalam berbagai proyek jalan tol tersebut direalisasikan secara sindikasi, baik dengan bank BUMN, bank swasta, maupun lembaga keuangan non bank. Hal ini merupakan salah satu strategi ini untuk mengelola risiko dan menjaga kualitas pembiayaan kami,” jelasnya.

Direktur Utama PT JKC Agus Suharjanto mengatakan bahwa total dana kredit sindikasi dari 4 bank tersebut akan digunakan untuk membiayai pembebasan lahan Jalan Tol Cengkareng—Batuceper—Kunciran sepanjang 14,19 km, yang akan menjadi bagian dari Jaringan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road Tahap 2 (JORR2).

Jalan Tol Cengkareng—Batuceper—Kunciran akan terbagi menjadi empat seksi, yaitu Seksi I Simpang Susun Kunciran—Interchange Sultan Ageng Tirtayasa (2,04 km), Seksi II Interchange Sultan Ageng Tirtayasa—On/Off Ramp Benteng Betawi (3,52 km), Seksi III di On/Off Ramp Benteng Betawi—Intechange Husein Sastranegara (6,57 km) dan Seksi IV di Intechange Husein Sastranegara—Simpang Susun Benda (2,06 km).

Ruas Tol Cengkareng—Batuceper—Kunciran akan menjadi titik akhir jaringan jalan tol JORR2. Masa konsesi untuk pembangunan Tol Cengkareng—Batuceper—Kunciran adalah 35 tahun dengan nilai investasi Rp5,01 triliun.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Check Also

Pasar Murah Petrokimia Gresik di Gerai Pertanian Petromart

Pasar Murah Petrokimia Gresik hadir di halaman gerai pertanian Petromart milik PG di Kec. Sukapura, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *