Home / Berita / Beberapa Cara Menikmati Candi Borobudur

Beberapa Cara Menikmati Candi Borobudur

Banyak kegiatan yang dapat dilakukan untuk menikmati Candi Borobudur yang bisa membuat kita semakin mengaguminya. Berikut beberapa cara untuk menikmati Candi Borobudur yang bisa dilakukan kita lakukan saat mengunjungi kawasan candi Buddha terbesar di dunia tersebut berada.

Datang Saat Sunrise atau Sunset

Salah satu cara paling populer untuk menikmati Candi Borobudur adalah dengan menikmati sunrise di pagi hari atau menikmati cahaya matahari terakhir di antara stupa di puncak candi. Siluet stupa dan patung-patung Buddha akan berpadu dengan pemandangan Gunung Merapi dan Merbabu di antara warna-warni langit menjelang pagi atau sore hari.

Menikmati matahari terbit dan terbenam dari Candi Borobudur berarti harus mengunjungi candi di luar waktu operasional Candi Borobudur. Caranya adalah dengan membeli tiket khusus dari Hotel Manohara, yang letaknya masih di sekitar kompleks Candi Borobudur. Dengan membeli tiket ini, pengunjung akan mendapat akses langsung ke candi terbesar di Indonesia ini.

Menikmati dari Jauh: Punthuk Setumbu

Jika sudah puas menikmati sunrise, atau ingin menghabiskan waktu sebelum sunset di Candi Borobudur, kita bisa berjalan sedikit lebih jauh dan tinggi untuk menikmati rupa Candi Borobudur yang menyembul di antara pepohonan sekitarnya. Di pagi hari selepas sunrise, suasana dramatis semakin terlihat dengan kabut putih di antara pohon dan bentuk siluet Candi Borobudur.

Ada dua pilihan tempat yang Wego sarankan untuk menikmati Candi Borobudur dari jauh. Salah satu yang sudah terlebih dahulu terkenal adalah Punthuk Setumbu yang juga menjadi lokasi para pemburu foto sunrise selain melalui akses dari Hotel Manohara.

Bersepeda di Sekitar Candi Borobudur

Wisata gowes belakangan marak menjadi pilihan aktivitas yang dapat dilakukan ketika menghabiskan liburan di sekitar kawasan Candi Borobudur. Berbagai paket tur pun ditawarkan oleh penyedia jasa lokal kepada pengunjung. Biasanya, kegiatan bersepeda ini ditawarkan oleh hotel atau akomodasi setempat.

Tidak hanya itu, rute-rute yang ingin ditempuh pun dapat disesuaikan dengan kondisi dan selera penyewa sepeda. Desa Wanurejo pun menjadi salah satu destinasi wajib dari paket wisata bersepeda di area Borobudur. Desa yang menamakan diri sebagai Kampung Wisata Borobudur ini menawarkan berbagai potensi wisata menarik, seperti pemandangan alam yang indah, artefak candi, hingga produk kesenian dan budaya yang disuguhkan warganya.

Tarif sewa sepeda pun beragam, tergantung pada lamanya waktu penggunaan sepeda maupun panjangnya jarak rute yang dilalui.

Belajar Sejarah dan Budaya di Museum Karmawibangga

Sejak tahun 1991, UNESCO telah menobatkan Candi Borobudur sebagai Warisan Budaya Dunia (World Cultural Heritage) Nomor 592. Karena itulah, Wego juga menyarankan untuk melengkapi kunjungan dengan menyisipkan aktivitas untuk mengenal lebih lanjut sejarah dan unsur-unsur budaya yang merekat di Candi Borobudur dengan mengunjungi Museum Karmawibangga.

Museum arkeleogi ini memiliki koleksi-koleksi yang menjadi sumber informasi sejarah Borobudur. Ada sekitar 4.000 batu candi yang disimpan di ruang terbuka museum ini, termasuk di antaranya bagian relief candi, hiasan berukir, dan struktur bangunan candi.

Tidak hanya itu, museum Karmawibangga juga menyimpan koleksi arca yang ditemukan di sekitar Candi Borobudur. Salah satu koleksi yang terkenal adalah ‘Buddha Tak Rampung’, patung Buddha yang tampak belum selesai pengerjaannya karena bagian tangannya tidak terukir sempurna.

Sumber TWC, edit koranbumn

Check Also

Bio Farma Beri Edukasi 400 Santri Jawa Timur Gaya Hidup Sehat

Bio Farma kembali menggelar Road Show Santri Sehat yang dilaksanakan pada tanggal 18 – 19 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *