Home / Berita / BEI Dalami Laporan Keuangan Tahun 2018 Garuda Indonesia

BEI Dalami Laporan Keuangan Tahun 2018 Garuda Indonesia

PT Bursa Efek Indonesia tengah mendalami laporan keuangan 2018 PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. seiring dengan adanya polemik yang terjadi saat ini.

Direktur Penilaian Perusahaan, I Gede Nyoman Yetna mengatakan bahwa setelah melakukan pertemuan dengan perwakilan dari emiten berkode saham GIAA tersebut, BEI segera menyampaikan permintaan penjelasan tertulis melalui platform khusus perusahaan tercatat, yaitu IDXnet.

Lebih lanjut, BEI juga telah berdiskusi dengan ketua IAPI (Institut Akuntan Publik Indonesia) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Selanjutnya Bursa akan bertemu dengan Ikatan Akuntan Indonesia [IAI],” ujarnya kepada wartawan, akhir pekan lalu.

Nyoman menambahkan bahwa tanggapan dari perseroan dan masukan dari pihak terkait akan menjadi pertimbangan Bursa dalam menentukan tindak lanjut.

Dalam hal penyajian laporan keuangan tidak sesuai, kata Nyoman, Bursa akan meminta perusahaan tercatat untuk melakukan revisi dan menyampaikan kepada publik dan regulator.

Selain itu, dengan pengenaan sanksi untuk enforcement akan dikenakan sesuai dengan ketentuan Bursa yang berlaku, baik terhadap keterlambatan penyampaian tanggapan Bursa maupun substansi ketidaksesuaian penyajian laporan keuangan.

“Pada saat ini kita masih dalam proses untuk meminta informasi dari perseroan, meminta masukan dari pihak terkait, pengumpulan dokumen termasuk tanggapan perseroan yang sama-sama kami tunggu, untuk kemudian BEI menentukan tindak lanjut,” pungkasnya.

Sebelumnya, pada Selasa (30/4/2019), BEI melakukan dengar pendapat dengan perwakilan dari GIAA terkait dengan polemik laporan keuangan 2018. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Direktur Penilaian Perusahaan, I Gede Nyoman Yetna dan Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Garuda Indonesia Fuad Rizal, serta Direktur Teknik & Layanan Garuda Indonesia Iwan Joeniarto.

Dalam pertemuan yang berlangsung satu jam tersebut yang dimulai sejak 08.30 WIB–09.30 WIB, Nyoman mengatakan bahwa Bursa akan mengirimkan permintaan penjalasan pada Selasa (30/4/2019).

“Bursa meminta semua pihak untuk mengacu pada tanggapan perseroan yang akan disampaikan melalui IDXnet [platform Bursa], dan penjelasan dapat dibaca di websiteBursa,” ujarnya.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Check Also

Penataan Aset Negara, Jasa Tirta II Berharap Dapat Tingkatkan Pendapatan

Perum Jasa Tirta II merampungkan pembangunan hotel dan pusat pendidikan di kawasan Waduk Jatiluhur, Purwakarta. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *