Home / Berita / BEI Layangkan Surat ke Garuda Indonesia, Permintaan Penjelasan Kerja Sama dengan Mahata

BEI Layangkan Surat ke Garuda Indonesia, Permintaan Penjelasan Kerja Sama dengan Mahata

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali melayangkan permintaan penjelasan kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA). Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menuturkan permintaan penjelasan dilayangkan usai manajemen bursa bertemu dengan Ketua Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) pada Jumat, (10/5) lalu.

“Jadi setelah kami ketemu (dengan DSAK), agak siang setelah diskusi, kami juga melayangkan permintaan penjelasan langsung ke Garuda Indonesia,” ungkap Nyoman di Gedung BEI, Senin (13/5).

Setelah melayangkan permintaan tersebut, Nyoman mengatakan pihaknya memberikan waktu tiga hari kepada GIAA untuk memberikan jawaban, terhitung sejak hari ini, Senin (13/5).

Nyoman mengatakan pertanyaan yang diajukan bursa masih terkait soal transaksi GIAA dengan PT Mahata Aero Teknologi (Mahata) sebesar USD 239,94 juta atas kerja sama penyediaan layanan Wi-Fi Onboard.

“Terutama bagaimana meyakinkan bahwa pengakuan atas hak eksklusif itu bisa diakui sebagai hak eksklusif di periode 2018 atau mesti dilakukan secara proporsional,” ujarnya.

Seperti diketahui manajemen GIAA berkilah dicatatnya kerja sama dengan Mahata sebagai pendapatan merupakan hal yang sudah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 23. Sehingga dalam pertemuan manajemen bursa dengan DSAK tersebut, poin yang dibahas adalah soal PSAK nomor 23 tentang Pendapatan. Meski demikian, Nyoman enggan merinci hasil pertemuan dengan DSAK.

Nyoman menjelaskan hasil pertemuan dengan DSAK tersebut akan dihimpun manajemen bursa bersama dengan informasi lain yang sudah didapat sebelumnya. Seperti diketahui bursa juga telah bertemu dengan Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Bahkan Nyoman juga menyebutkan pihaknya tengah mempertimbangkan untuk menggelar pertemuan dengan Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (PPPK) guna mendalami pihak auditor laporan keuangan Garuda Indonesia.

Nantinya semua informasi tersebut akan digunakan sebagai landasan bagi bursa untuk mengambil keputusan soal kisruh laporan keuangan GIAA.

“Kami akan sampaikan sebuah positioning dari bursa setelah mendengar dari semua. Keputusan akan kami ambil setelah semua kami terima. Jadi tidak memilah-milah darimana tapi itu yang akan kami gunakan sebagai sumber pengambilan keputusan,” tandasnya.

Sumber Kumparan, edit koranbumn

Check Also

Sinergi PHE dan Pertamedika IHC Peduli Kualitas Gizi Ibu dan Anak di Wilayah Terdampak Peristiwa YYA

Sejak pagi, suasana Posyandu Dusun Pisangan, Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang riuh rendah dengan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *