Home / Berita / Berdikari Catatkan Laba Positif dan Peningkatan Pendapatan

Berdikari Catatkan Laba Positif dan Peningkatan Pendapatan

PT Berdikari (Persero) telah selenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2018 pada Senin (13/5) di lantai 13 Kementerian BUMN, Jakarta Pusat. RUPS tersebut dihadiri oleh Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi, Asisten Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi, Jajaran Pejabat Kementerian BUMN, Komisaris, Direksi serta Group Head PT Berdikari (Persero).

Direktur Utama PT Berdikari (Persero), Eko Taufik Wibowo mengatakan “Tahun 2018 semua lini bisnis perusahaan berjalan dengan baik”. Realisasi kinerja penjualan PT Berdikari (Persero) tahun 2018 sekitar Rp1,38 Triliun atau sekitar 360% dari RKAP 2018. Jika dibandingkan dengan kinerja penjualan 2017, kinerja penjualan 2018 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hasil tersebut juga dipertegas dengan opini KAP atas laporan Keuangan konsolidasi 2018 adalah “Wajar Tanpa Pengecualian”, dengan Skor KPI 95,14 dengan tingkat kesehatan perusahaan ‘A’.

Dari segi operasional, tercatat penjualan PT Berdikari (Persero) melebihi target RKAP. Tahun 2018 PT Berdikari (Persero) telah melakukan importasi DOC GPS sekitar 50.000 ekor, impor daging Kerbau sebanyak 20.000 ton dan Pengadaan Sapi Indukan Kementerian Pertanian sebanyak 1.430 ekor.

Selain bisnis perusahaan kinerja Anak Perusahaan yang belum mencapai target RKAP terus dievaluasi kinerjanya agar ke depan bisa mencapai target RKAP. Sampai saat ini Anak Perusahaan PT Berdikari (Persero) sedang dipersiapkan agar bisa terus berkembang dan mendukung bisnis perusahaan dan mencatatkan laba.

Dari segi keuangan PT Berdikari (Persero)  mencatat laba usaha yang dicatatkan perusahaan tahun 2018 mencapai Rp18,5 miliar yang sudah termasuk potongan beban kewajiban tunggakan pajak tahun-tahun sebelumnya.

Dewan Komisaris PT Berdikari (Persero) mengapresiasi kinerja Berdikari tahun 2018. Pasalnya, perusahaan yang sebelumnya mengalami kerugian ini, kini telah mencatatkan laba yang melebihi target RKAP.

Selain Asdep, Deputi Bidang Usaha Agro Industri dan Farmasi, Wahyu Kuncoro juga memberikan tanggapan terkait RUPS PT Berdikari (persero) Tahun Buku 2018. “Bahwa 2018 ini PT Berdikari (Persero) sudah positif jika dibandingkan dengan 2017” ujarnya. Wahyu juga menuturkan kinerja Berdikari tahun 2018 ditopang oleh impor daging kerbau, beliau menegaskan agar impor daging kerbau tidak menjadi core business perusahaan namun harus bisa menjadi BUMN Peternakan. “Portofolio Berdikari ini harus jelas akan diarahkan kemana” ujarnya.

Sesuai arahan pemegang saham di tahun 2019 perusahaan akan menyusun rencana bisnis jangka pendek, menengah dan Panjang untuk memetakan arah bisnis perusahaan agar lebih fokus di bidang peternakan, terutama peternakan ayam dari hulu ke hilir. Sehingga, fokus bisnis perusahaan akan lebih dimatangkan lagi dengan harapan nantinya bisa mensuport BUMN lain dalam rangka sinergi BUMN. Perusahaan juga akan terus memperkuat SDM yang kompeten di bidang peternakan untuk mewujudkan rencana besar perusahaan.

RUPS kemudian ditutup dengan keputusan :

  1. Menyetujui Laporan Tahunan Tahun Buku 2018 termasuk Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris serta mengesahkan lapoan konsolidasi untuk tahun buku 2018 yang telah diaudit oleh KAP Doli, Bambang, Sulistiyanto, Dadang & Ali (DBSDA) sesuai laporan Nomor 006/3.0271/AU.1/01/0353-1/1/II/2019 tanggal 27 Februari 2019 dengan pendapat ‘wajar dalam semua hal yang material’, serta memberikan pelunasan dan pembebasan tanggungjawab sepenuhnya kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan dalam Tahun Buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 sepanjang tindakan tersebut bukan merupakan tindakan pidana dan tercermin dalam buku-buku laporan perseroan.
  2. Menyetujui dan mengesahkan laporan PKBL Tahun Buku 2018  termasuk Laporan Keuangan program kemitraan dan bina lingkungan yang telah diaudit KAP Doli, Bambang, Sulistiyanto, Dadang & Ali (DBSDA) sesuai laporan Nomor 004/3.0271/AU.2/11/0353-1/1/II/2019 tanggal 19 Februari 2019 dengan pendapat ‘wajar dalam semua hal yang material’, serta memberikan pelunasan dan pembebasan tanggungjawab sepenuhnya kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan dalam Tahun Buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 sepanjang tindakan tersebut bukan merupakan tindakan pidana dan tercermin dalam buku-buku laporan.
  3. Menetapkan penggunaan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun buku 2018 sebesar Rp26 Miliar seluruhnya dialokasikan untuk menutup akumulasi kerugian Perseroan.
  4. Penetapan gaji/ honorarium berikut fasilitas dan tunjangan lainnya untuk Direksi dan Dewan Komisari Perseroan Tahun Buku 2019 serta Tantiem untuk Direksi dan Dewan Komisaris atas Kinerja Tahun Buku 2018 akan ditetapkan secara tersendiri.
  5. Melakukan seleksi untuk penggantian Kantor Akuntan Publik (KAP)

Sumber Berdikari, edit koranbumn

Check Also

Perum Perindo Aktif Ciptakan Terobosan di Keramba Jaring Apung Bali

Divisi Budidaya Perum Perindo terus menciptakan terobosan dan inovasi agar unit Keramba Jaring Apung (KJA) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *