Home / Berita / Bersiap Ikut Miliki LinkAja, Bank Mandiri Suntikan Dana Rp 500 Miliar ke Mandiri Capital

Bersiap Ikut Miliki LinkAja, Bank Mandiri Suntikan Dana Rp 500 Miliar ke Mandiri Capital

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) telah menyiapkan diri untuk menjadi pemegang saham PT Fintek Karya Nusantara (Finarya), pengelola platform pembayaran digital LinkAja.

Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi bilang bilang, langkah tersebut akan dilakukan dengan menyertakan modal ke entitas anak perseroan, yaitu PT Mandiri Capital Indonesia. “Tahun ini ada suntikan dana Rp 500 miliar ke Mandiri Capital, Nanti mereka yang akan masuk ke Finarya,” kata Hery usai RUPST Bank Mandiri di Jakarta, Kamis (16/5).

Sesuai regulasi, perbankan memang sejatinya tak bisa melakukan penanaman modal ke bukan lembaga jasa keuangan (LJK). Makanya, Penyertaan modal dari Bank Mandiri akan dilakukan Mandiri Capital, mengingat FInarya bukan merupakan LJK.

Langkah ini pula yang ditempuh bank pelat merah lain, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), yang akan menyertakan modalnya ke Finarya melalui entitas anaknya, PT BRI Ventura Investama.

Sebelumnya Direktur Utama BRI Suprajaro bilang, tahun ini perseroan juga akan menyertakan modal ke BRI Ventura senilai RP 1 triliun. Dari nilai tersebut, RP 300 miliar akan digunakan untuk menanam modal di Finarya.

Bank Mandiri, dan BRI diproyeksikan akan mengempit 20% kepemilikan saham Finarya kelak, serupa dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang kini juga tengah dalam proses mengakuisisi perusahaan modal ventura.

Sementara sisa kepemilikan saham Finarya juga akan dimiliki oleh PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dan PT Pertamina masing-masing 7% saham, dan PT Asuransi Jiwasraya 1%.

Sedangkan PT Telkomsel yang kini masih menggenggam penuh kepemilikan Finarya porsinya akan berkurang hingga 25% setelah pemegang saham lainnya masuk. Penyertaan modal awal ditargetkan untuk menghimpun dana RP 1,5 triliun.

Hery juga menambahkan, komposisi pemgang saham tesebut sejatinya masih bisa berubah, lantaran beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya macam PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT Kereta Api Indonesia juga diprediksai akan ikut menyumbang modal Finarya.

“Sementara saat ini, tim inti sedang mempersiapkan urusan legalnya, dan sedang mempersiapkan untuk launching, kalau tidak salah pada 23 Juni mendatang,” sambung Herry.

Sumber Kontan, edit koranbumn

Check Also

Pelindo Sambut Hangat Tamu Negara Peserta ASEAN Port Association Meet 2019 di Yogyakarta ⁣

Total seribu atlet dan kontingen dari sembilan negara Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN Ports …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *