Home / Berita / BGR Berbenah Hadapi Era Disrupsi

BGR Berbenah Hadapi Era Disrupsi

Seperti perusahaan-perusahaan lainnya, PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) juga berbenah guna menghadapi era disrupsi yang diakibatkan oleh perubahan teknologi yang dahsyat.

Direktur Utama BGR, M Kuncoro Wibowo, mengatakan pihaknya melakukan pembenahan di berbagai sektor untuk menghadapi era disrupsi tersebut.

“Sejak September 2018, kami melakukan perubahan business process yang berlanjut pada transformasi budaya perusahaan, termasuk merumuskan kembali visi, misi, value perusahaan,” ujar Kuncoro ketika memberikan sambutan pada acara Customer Gathering BGR Logistics di Jakarta, belum lama ini.

Menurut Kuncuro, transformasi di sisi organisasi, perubahan struktur organisasi, bertujuan untuk membangun mindset baru perusahaan yaitu customer oriented dan service excellence. Dari sisi Ke SDM-an, lanjutnya, perusahaan perlu membangun infrastruktur berupa Training Center dalam rangka meningkatkan kemampuan dan pengetahuan SDM perusahaan secara konsisten.

Dari sisi penerapan teknologi informasi, lanjut Kuncoro, ada beberapa hal yang harus dioptimalkan, yaitu

1. Penerapan ERP-SAP;

2. Perbaikan infrastruktur jaringan;

3. Pembuatan Command Center;

4. Implementasi Aplikasi Nota Dinas Internal, Dokumen, & Administrasi (adinda.bgrindonesia.co.id);

5. Implementasi Sistem Informasi Kepegawaian (siska.bgrindonesia.co.id);

6. Pengembangan aplikasi Warehouse Integrated System (wina.bgrindonesia.co.id);

7. Implementasi aplikasi Fleet Integrated & Order Application (fiona.bgrindonesia.co.id);

8. Layanan Contact Center 1500-692

Sementara berdasarkan dokumen BGR Logistic, disebutkan juga tantangan-tantangan yang akan dihadapinya. Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, era industri 4.0 tidak hanya menyediakan peluang, tetapi juga tantangan bagi perusahaan di antaranya berupa

1. Dengan mudahnya akses terhadap informasi dan teknologi, akan bermunculan perusahaan logistik (startup) yang berdaya saing karena telah mengadopsi sistem informasi/teknologi di proses bisnisnya;

2. Imbas perkembangan teknologi mengharuskan perusahaan secara konsisten meningkatkan kompetensi SDM;

3. Konstrain waktu untuk mengadopsi sistem informasi/teknologi baru.

Bagaimana dengan peluangnya? Bisnis logistik tanah air memiliki tren pertumbuhan sekitar 15% per tahun. Hal ini di antaranya didukung oleh perkembangan tren perdagangan elektronik atau e-commerce yang semakin pesat dan menjadi budaya baru masyarakat Indonesia. Era yang serba digital telah mendorong perusahaan untuk melakukan berbagai perubahan guna mengikuti perkembangan industri dan kebutuhan pelanggan.

Atas perubahan tersebut, perusahaan memiliki kesempatan untuk membuka peluang pasar yang belum terjangkau sebelumnya. Di sisi internal dengan berkembangnya teknologi, perusahaan dapat melakukan perbaikan untuk

1. Meminimalisir human error dan pengulangan pekerjaan yang diakibatkan data yang terdesentralisasi;

2. Efisiensi biaya, terkait dilakukannya evaluasi atas data-data yang ” dicatat”/direkam.

Sumber Wartaekonomi, edit koranbumn

Check Also

PTPN III Laksanakan Upacara Peringatan HUT RI dan Penyerahan PMP

Semarak Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74, PTPN III (Persero) secara serentak mulai dari Kantor Direksi, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *