Home / Berita / Biaya Pembangunan Prasarana MRT dan LRT

Biaya Pembangunan Prasarana MRT dan LRT

Masifnya pembangunan di Indonesia saat ini, berbanding lurus dengan pembangunan untuk moda transportasi, khususnya kereta. Pembangunan prasarana kereta yang sedang dibuat, ialah MRT dan LRT yang terletak di wilayah Jakarta, Jabodebek dan Sumatera Selatan.

Pembangunan prasarana tersebut memiliki struktur jalur layang (secara keseluruhan, maupun sebagian) untuk lintasan keretanya. Meski sama-sama memiliki struktur jalur layang, panjang rute lintasan setiap pembangunannya berbeda, hal inilah yang berdampak pada biayanya.

Seperti yang ADHI sebutkan sebelumnya, pembangunan LRT Jabodebek dengan panjang lintasan 44.43 km memiliki total biaya mencapai Rp20,752 triliun atau sebesar Rp467,08 miliar/km. Sedangkan, LRT Jakarta dengan panjang 5.8 km total biaya pembangunannya mencapai Rp5,916 triliun atau sebesar Rp1,020 miliar/km. Selanjutnya, ada LRT Palembang yang memiliki panjang lintasan LRT sepanjang 23.4 km, total biaya pembangunannya Rp10,917 triliun atau sekitar Rp466,6 miliar/km. Berbeda dengan pembangunan LRT, MRT dengan sebagian struktur jalur layangnya sepanjang 10 km, total biaya struktur jalan layangnya mencapai Rp10,902 triliun atau sekitar Rp1,090 miliar/km.

Biaya dari keempat pembangunan prasarana kereta itu juga tergantung dari penggunaan teknologi atau kecanggihan yang digunakan. Contohnya seperti pada LRT Jabodebek, menggunakan sistem kereta yang dapat dijalankan tanpa masinis atau driverless, serta nantinya pintu kereta LRT Jabodebek akan berhenti sesuai dengan pintu di peron Stasiun.

Sumber: ADHI edit koranbumn

Check Also

Pertamina EP Lakukan Tanggap Darurat Karhutla

PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero) sekaligus kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *