Home / Berita / BNI Perkuat Bisnis ‘Trade Finance’ di Myanmar

BNI Perkuat Bisnis ‘Trade Finance’ di Myanmar

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. memperkuat bisnis trade finance di Myanmar, salah satunya terlibat dalam pembangunan rel kereta api milik Myanmar Railways (MR) di Yangon.

Direktur Treasury & International Banking BNI Rico Rizal Budidarmo mengatakan, untuk menggenjot transaksi trade finance pada tahun ini, salah satu strategi yang dilakukan adalah meningkatkan ekspansi bisnis melalui jaringan Kantor Cabang Luar Negeri di Myanmar.

Di Myanmar, BNI menerbitkan jaminan uang muka atau advance payment bond dan jaminan pengerjaan atau performance bond kepada cabang luar negeri PT Wijaya Karya Tbk. di Myanmar.

“Selain bertujuan menggenjot pertumbuhan trade finance dan fee based income atau pendapatan nonbunga, penerbitan fasilitas ini dimanfaatkan untuk mendukung proyek pembangunan rel kereta api milik Myanmar Railways (MR) di Yangon, Myanmar. Pembangunan proyek sepanjang 45 kilometer ini akan membutuhkan waktu selama dua tahun,” katanya melalui siaran pers, Selasa (19/2/2019).

Menurutnya, jaminan uang muka dan pengerjaan ini tidak terlepas dari kerja sama Perseroan dengan Myanmar Foreign Trade Bank (MFTB). MFTB merupakan bank terbesar milik pemerintah Myanmar.

Adapun peran BNI dalam proyek ini untuk mendukung implementasi integrasi ekonomi di kawasan ASEAN melalui kesepakatan ASEAN Economic Community (AEC). Kemudian, hasil dari ekspansi bisnis dari proyek akan menjadi salah satu penyumbang devisa bagi Indonesia.

Sepanjang 2018, BNI mencatat volume transaksi trade financemencapai RpUS$45 miliar, tumbuh 12,5% dibandingkan dengan capaian pada tahun sebelumnya senilai US$40 miliar.

Pertumbuhan tersebut turut mendorong pertumbuhan fee based income yang bersumber dari trade finance yang mencapai Rp2,18 triliun pada akhir 2018, tumbuh 25,9% dibandingkan dengan capaian pada tahun sebelumnya yakni Rp1,72 triliun.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Check Also

Penghambat Investasi Rp700 Triliun MulaiDibenahi BKPM

Permasalahan investasi yang mandek sebesar Rp700 triliun mulai dibenahi satu per satu oleh Badan Koordinasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *