Home / Berita / Bongkar Komoditi Curah Kering dengan GSU yang Terintegrasi dengan Conveyor Belt

Bongkar Komoditi Curah Kering dengan GSU yang Terintegrasi dengan Conveyor Belt

Inovasi Pelindo III guna menurunkan biaya logistik dan meningkatkan daya saing produk nasional dan sesuai arahan oleh Direktur Utama Doso Agung salah satunya dalam bongkar komoditi curah kering adalah dengan adanya GSU / Grab Ship Unloader yang terintegrasi dengan Conveyor Belt sepanjang 1, 2 km, terhubung langsung dengan silo dan flat storage
.
Komitmen terhadap konsep green terminal, komoditi curah kering yang bisa dilayani di Terminal Teluk Lamong hanya food dan feed green saja. Dan ini menjadi yang pertama di Indonesia, pelayanan bongkar food dan feed grain menggunakan conveyor belt
.
Inovasi yang diterapkan ini menjadikan proses bongkar menjadi lebih efisien. Kinerja di dermaga tidak dipengaruhi oleh lalu lalang truk ( krena truk tidak diperbolehkan masuk ke dermaga ). Truk cukup memuat komoditi di area silo dan flat storage. Hal ini mendorong kinerja bongkar curah kering di Terminal Teluk Lamong menjadi produktif dan efisien. Rata2 produksi bongkar per hari bisa mencapai 18 ribu ton. Sehingga, dengan muatan 63 ribu ton , waktu bongkar bisa diselesaikan hanya dalam waktu 3, 5 hari ( include cleaning )

Sumber Pelindo III, edit koranbumn

Check Also

BSN Memberikan Apresiasi atas Komitmen Pupuk Kaltim Terapkan SNI

Sejumlah produk dan inovasi PT Pupuk Kaltim (Persero) yang berbasis teknologi dipamerkan dalam rangkaian peringatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *