Home / Berita / BRI Targetkan Bisa Mengedarkan 12 Juta Uang Elektronik di Tahun Ini

BRI Targetkan Bisa Mengedarkan 12 Juta Uang Elektronik di Tahun Ini

Bisnis uang elektronik tumbuh pesat. Catatan Bank Indonesia (BI) menunjukkan, saat ini sudah ada lebih dari 125,18 juta uang elektornik yang beredar di Tanah Air hingga Juni 2018. Jumlah tersebut meningkat drastis dari Juni 2017 yang baru sebanyak 63,7 juta uang elektronik beredar alias meningkat 96,49% secara tahunan atau year on year (yoy).

Lonjakan ini tak lepas dari peran perbankan yang gencar mendorong penggunaan uang elektornik ke nasabah. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) misalnya, sampai Juni 2018 telah menerbitkan lebih dari 10,7 juta uang elektronik dengan merek Brizzi.

Meski tidak merinci secara persentase, Direktur Konsumer BRI Handayani menyebutkan, jumlah tersebut meningkat signifikan dari tahun sebelumnya. Bukan hanya dari sisi jumlah kartu saja, jumlah transaksi Brizzi di BRI juga cukup tinggi yakni mencapai 132 juta transaksi sepanjang periode Januari 2018 hingga Juni 2018

Sejalan dengan hal tersebut, nominal transaksi Brizzi juga saat ini tercatat telah mencapai Rp 1,5 triliun dalam kurun waktu enam bulan terakhir. “Untuk pengembangan Brizzi, yang kami lakukan memperbanyak co-branding partner, masuk ke komunitas sambil melakukan perluasan merchant,” katanya kepada Kontan.co.id, Senin (6/8).

Bank nomor wahid di Indonesia dari segi aset ini menargetkan rata-rata transaksi Brizzi dapat meningkat 30% di tahun ini. Selain itu, BRI juga menargetkan bisa mengedarkan total uang elektronik sebanyak 12 juta kartu sampai akhir tahun ini.

Salah satu cara pengembangan uang elektornik ini, antara lain dengan meluncurkan Brizzi beredisi khusus dalam rangka menyambut Asian Games. Serta promo potongan harga menonton perhelatan Asian Games 2018 dengan menggunakan uang elektronik BRI.

Sebagai tambahan informasi saja, merujuk data BI, nominal transaksi uang elektronik tercatat telah mencapai Rp 20,66 triliun per Juni 2018. Transaksi ini sudah tumbuh 67% bila dibandingkan dengan akhir 2017 yang sebesar Rp 12,37 triliun.

Salah satu faktonya ditopang pengadaan infrastruktur uang elektronik berupa mesin pembaca (reader) yang sudah tersebar 806.000 lebih mesin hingga Juni 2018. Meningkat dari tahun lalu sebanyak 691.000 mesin pembaca kartu elektronik.

Sumber kontan.co.id

Check Also

Pertama di Indonesia, INTI Produksi Tabung LPG Composite

PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) (INTI) siap memproduksi tabung Liquified Petroleum Gas (LPG) Composite, untuk pertama kalinya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *