Home / Berita / BSN Memberikan Apresiasi atas Komitmen Pupuk Kaltim Terapkan SNI

BSN Memberikan Apresiasi atas Komitmen Pupuk Kaltim Terapkan SNI

Sejumlah produk dan inovasi PT Pupuk Kaltim (Persero) yang berbasis teknologi dipamerkan dalam rangkaian peringatan Bulan Mutu Nasional 2019 yang digelar di Jawa Tengah.

Aplikasi Distribution Planning and Control System (DPCS) yang dapat memantau distribusi produk mulai dari pabrik (Lini 1) sampai petani (end user), virtual reality Kawasan Industri Pupuk Kaltim, produk manufacturing jasa pelayanan pabrik (JPP), laboratorium kultur jaringan, hingga teknologi robotik dan mesin cetak (printer) 3D mencuri perhatian para pegiat IT maupun pelajar dan mahasiswa yang berkunjung. Pameran yang digelar di Java Supermall Semarang mulai 11-14 Oktober 2019 tersebut juga memamerkan sejumlah produk mitra binaan mulai makanan olahan hingga batik dan kerajinan tangan khas Kalimantan Timur, serta program pemberdayaan masyarakat pada creating shared value (CSV) Keramba Jaring Apung (KJA) turut menyedot antusias pengunjung mulai hari pertama kegiatan digelar.

“Setiap tahun Pupuk Kaltim secara konsisten ikut memeriahkan IQE yang dilaksanakan di berbagai daerah. Tidak hanya untuk promosi keunggulan produk perusahaan dan mitra binaan saja, keikutsertaan Pupuk Kaltim juga sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) kepada seluruh pelaku usaha,” kata Sri Djuwani Ekowati, mewakili manajemen Pupuk Kaltim.

Dia mengatakan peran aktif penerapan SNI pada setiap produk menjadi komitmen Pupuk Kaltim dalam mendorong pertumbuhan serta peningkatan mutu hasil produksi dalam negeri agar produk yang dihasilkan lebih berkembang melalui peningkatan daya saing industri di pasar global. Begitu juga dengan mitra binaan yang senantiasa didorong untuk menghasilkan produk yang berstandar SNI sebagai jaminan kualitas dan mutu kepada konsumen guna peningkatan daya saing usaha.

“Melalui kegiatan ini, Pupuk Kaltim tak hanya menunjukkan konsistensi penerapan standarisasi mutu pada tataran produk saja, namun juga proses produksi sesuai kaidah SNI maupun International Organization for Standardization (ISO) di setiap pabrik. Ini sebagai jaminan terhadap kualitas produk yang dihasilkan Pupuk Kaltim dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” tuturnya.

Ekowati menambahkan penerapan standarisasi mutu produksi dilaksanakan Pupuk Kaltim sejak 2017 melalui sertifikasi ISO 50001 untuk Pabrik 3 dan Pabrik 1A pada 2018. Penerapan SNI Pupuk Kaltim juga diakui secara nasional dengan diraihnya penghargaan SNI Award kategori Platinum dua tahun berturut-turut pada 2016 dan 2017, serta menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang meraih predikat Grand Platinum pada 2018.

“Komitmen peningkatan kualitas produksi yang sesuai standar Nasional dan Internasional juga didukung sejumlah inovasi berbasis Industri 4.0, seperti DPCS yang baru-baru ini berhasil meraih predikat Gold (tertinggi) pada ajang International Convention on Quality Control Circle (ICQCC) di Jepang,” paparnya.

Kepala Badan Standardisasi Nasional Bambang Prasetya mengapresiasi dukungan Pupuk Kaltim terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemandirian masyarakat melalui pembinaan UKM sekaligus mengangkat kualitas produk lokal lebih dikenal di pasar nasional. Apalagi dua mitra binaan Pupuk Kaltim telah mendapat sertifikat SNI sebagai jaminan kualitas produk yang dihasilkan selain mewadahi promosi pada berbagai kegiatan.
Bambang menyebut Pupuk Kaltim menjadi salah satu perusahaan yang konsisten mendorong penerapan SNI di Indonesia teraplikasi pada dukungan Bulan Mutu Nasional dan pelaksanaan IQE setiap tahun di berbagai daerah.

“IQE sengaja digelar bergantian di daerah dan tidak terpusat di Jakarta saja. Tujuannya agar pertumbuhan industri kreatif di daerah dapat lebih berkembang, sehingga mampu mendorong industri nasional untuk bersaing di pasar global,” ujarnya saat membuka IQE 2019.

Terkait standardisasi mutu produksi yang dilakukan Pupuk Kaltim, Bambang berharap dapat terus ditingkatkan guna menjaga kualitas seluruh produk perusahaan. Selain memastikan kebutuhan pupuk bagi petani terpenuhi, juga sebagai jaminan produk yang dihasilkan telah melalui proses produksi yang sesuai standar.

“Inovasi seperti DPCS ini sangat bagus, semoga ke depan lebih ditingkatkan. Apalagi era industri 4.0 seperti saat ini pemanfaatan teknologi menjadi salah satu penentu perkembangan industri,” kata Bambang kala mengunjungi stan Pupuk Kaltim.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Check Also

PP Presisi Perkirakan Hanya Bisa Belanjakan Modal Sebesar 70 Persen dari yang Dianggarkan

PT PP Presisi Tbk. konservatif dalam menggunakan dana belanja modal atau capital expenditure. Dari dana yang disiapkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *