Home / Berita / Bulog Optimistis Serap Maksimal Musim Kemarau Panjang

Bulog Optimistis Serap Maksimal Musim Kemarau Panjang

Direktur Komersial Perum Bulog Mansyur menyebutkan, pihaknya dapat melakukan penyerapan sekitar 8.000 hingga 10.000 ton per hari pada masa panen gadu bulan Agustus. Keyakinan ini disampaikan Mansyur di tengah kondisi musim kemarau yang panjang. Ia menilai, cuaca ini tidak akan mengganggu kinerja produksi dan penyerapan beras.

Secara umum, Mansyur memprediksi, jumlah stok beras di gudang Bulog sampai saat ini adalah 2,3 juta ton. Stok tersebut memiliki kualitas yang masih baik dengan sebagian besar di antaranya merupakan stok baru.

“Paling lama, penyerapan dilakukan pada Oktober 2018,” tuturnya ketika ditemui di Gedung Kemenko Perekonomian, Selasa (6/8).

Sampai akhir tahun, Mansyur memperkirakan stok beras di gudang Bulog dapat mencapai 1,5 juta ton hingga 1,7 juta ton. Jumlah tersebut merupakan kalkulasi setelah dikurangi kegiatan operasi pasar hingga penugasan penyaluran beras.

Di tengah kondisi kemarau, Mansyur menjelaskan, Perum Bulog juga masih melakukan penyerapan di tingkat normal, yakni 4.000 ton per hari. Jumlah tersebut diperkirakan dapat mencapai tiga kali lipat pada saat panen raya. “Menurut catatan kita bisa sampai 12.000 ton per hari,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Kasdi Subagyono mnejelaskan, prediksi BMKG memperlihatkan bahwa musim kemarau akan mundur sekitar 20 hari. Artinya, musim hujan akan mulai pada Oktober.

Kondisi tersebut akan mempengaruhi musim tanam tanaman pangan dan peremajaan atau replanting kelapa sawit. Untuk tanaman pangan, Kasdi mengaku belum mendapatkan rekomendasi dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, sementara peremajaan kelapa sawit baru akan dilakukan saat memasuki musim hujan.

“Kalau mau tanam kan butuh hujan,” ujar Kasdi.

Pada tahun ini, target peremajaan sawit rakyat yang didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) tahun ini mencapai 200 ribu hektar. Sampai saat ini, Kasdi menuturkan, pihaknya masih menunggu rekomendasi teknis dari BPDP-KS. Tapi, ia memastikan pemerintah akan mengejar target hingga akhir tahun.

Salah satu cara yang dilakukan adalah melibatkan lembaga survei. Kasdi menjelaskan, koordinasi ini dilakukan untuk mempercepat proses rekomendasi teknis dan juga replanting.

Sumber republika, edit koranbumn

Check Also

Pupuk Indonesia Bersama KPK Gelar Roadshow Internalisasi Budaya Anti Gratifikasi

Menggalakkan kampanye Anti Gratifikasi di lingkungan perusahaan dan anak perusahaan, PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *