Home / Berita / BULOG Semakin Yakin Bisa Simpan Beras Berbulan-bulan, Berhasil Kembangkan Inovasi Teknologi Cocoon

BULOG Semakin Yakin Bisa Simpan Beras Berbulan-bulan, Berhasil Kembangkan Inovasi Teknologi Cocoon

Perum BULOG Subdivre Surakarta Jawa Tengah, resmi melakukan pembukaan sungkup cocoon atas 180 ton beras yg telah dibeli oleh Perum BULOG pada tahun lalu, bertempat di Gudang Duyungan Surakarta (14/8). Metode penyimpanan ini merupakan salah satu inovasi dari Perum BULOG sebagai bagian dari penugasan untuk menjaga jumlah stok beras yang aman bagi negeri ini.

Sebagai penjaga ketahanan pangan, BULOG terus melakukan inovasi untuk menyediakan pasokan pangan dengan lebih mengutamakan pengadaan dalam negeri, menjaga sejumlah stok tertentu yang selalu tersedia setiap saat di setiap inchi tanah air, dan siap melaksanakan penyediaan pasokan ke setiap lini masyarakat dengan harga yang terjangkau dan stabil.

Cocoon berbentuk bahan semacam plastik yang akan menyungkup beras yang akan dijaga kualitasnya pada waktu tertentu. Metode penyimpanan dengan cocoon ini merupakan cara menyimpan beras dan biji-bijian dengan cara menjaga kadar CO2 pada titik tertentu dan meminimalisir oksigen. Dengan kontrol CO2 dan oksigen yang minimal tidak lagi ada kesempatan bagi hama untuk hidup dan mengganggu atau menurunkan mutu beras.

Penyimpanan dengan cocoon adalah penyimpanan yang ramah lingkungan karena tidak ada lagi perlakuan-perlakuan perawatan dengan menggunakan obat-obatan berbahan baku kimiawi. Apabila dalam penyimpanan konvensional perlu perlakuan spraying dan fumigasi dengan bahan kimia, maka selama tersimpan dalam sungkup plastik cocoon, tidak diperlukan lagi perlakuan tersebut. Dengan demikian Bulog dapat menghemat pemgeluaran biaya perawatan beras secara signifikan

Hasil penyimpanan dengan metode Cocoon selama setahun telah dibuktikan dengan baik dalam pembukaan Cocoon pagi ini di Gudang Duyungan. “Terbukti bahwa penyimpanan dengan metode cocoon ini dapat mempertahankan kualitas beras seperti saat beras tersebut pertama kali disimpan, “penjelasan Tri Wahyudi Saleh – Direktur Operasional & Pelayanan Publik BULOG. Tidak ada perubahan kualitas baik dari sisi warna, bau, dan penampakannya.

Hama-hama yang biasanya muncul pada bulan kedua atau ketiga saat penyimpanan, terlihat tidak bisa melakukan perkembangbiakan dan bahkan mati. “Jumlah hama yang mati pun, relatif sedikit sekali dan terkumpul dalam setiap pojok sungkup. Sementara kemasan karung pembungkus masih nampak bagus dan rapi seperti semula saat dimasukkan dalam sungkup cocoon, ” lanjut Tri Wahyudi.

Dengan keberhasilan dalam uji coba inovasi penyimpanan ini, BULOG semakin yakin bahwa penugasan menjaga stok pangan terutama beras dapat dilakukan dengan baik dan terjaga dengan kualitas yang tetap standard. Uji coba ini baru dilaksanakan di Surakarta, Surabaya, Cirebon dan Makassar.

Ke depan, metode ini akan menjadi bagian dari pelayanan BULOG dalam menjalankan penugasan Pemerintah untuk menjaga stok pangan pada jumlah yang aman dan dalam jangka waktu yang lebih lama.

Sumber Bulog, edit koranbumn

Check Also

Kembangkan Bisnis Kargo Udara, Pesawat Tanpa Awak Garuda Indonesia Masuk Proses Sertifikasi

Kementerian Perhubungan sedang memproses sertifikasi pesawat tanpa awak atau unmanned aircraft vehicle yang akan digunakan PT Garuda …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *