Home / Anak Perusahaan / Citilink Indonesia Targetkan Meningkatkan Jumlah Pesawat yang Dioperasikan menjadi 70 unit pada 2019

Citilink Indonesia Targetkan Meningkatkan Jumlah Pesawat yang Dioperasikan menjadi 70 unit pada 2019

tilink Indonesia menargetkan untuk meningkatkan jumlah pesawat yang dioperasikan menjadi 70 unit pada 2019.

Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo mengaku optimistis mampu berkembang lebih baik lagi dengan dukungan kuat dari sisi manajemen PT Garuda Indonesia Tbk. sebagai induk perusahaan dan perusahaan perawatan pesawat kelas dunia, GMF AeroAsia.

“Kami menargetkan total jumlah pesawat menjadi sebanyak 70 unit pada 2019 yang terdiri dari pesawat Airbus A320, ATR 72-600 dan beberapa pesawat berbadan lebar,” kata Juliandra, Selasa (5/3/2019).

Berdasarkan data kinerja Garuda Group, Citilink memiliki 44 unit Airbus A320-200, 8 unit Airbus A320-200NEO, 5 unit Boeing 737-300, dan 3 unit Boeing 737-500. Dalam tahun ini, maskapai juga akan mengoperasikan sejumlah pesawat ATR milik Garuda Indonesia.

Pesawat ATR tersebut akan digunakan untuk menerbangi rute-rute jarak dekat atau dengan waktu penerbangan di bawah 2 jam. Sebelumnya, Citilink telah membuka rute baru dari Jakarta via Halim Perdanakusuma menuju Bandung dan Lampung dengan menggunakan pesawat jenis ATR 72-600.

Sepanjang 2018, Citilink telah menerbangkan 15 juta penumpang atau naik 22% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebanyak 12,3 juta penumpang. Adapun, target tahun ini diharapkan mampu mencapai 18 juta penumpang.

“Tahun ini, kami akan terus membuka berbagai rute baru di internasional lainnya di Asia maupun domestik khususnya di secondary cities. Selain itu, juga menambah frekuensi di rute-rute yang potensial untuk mengakomodasi kebutuhan dan harapan pelanggan yang ingin bepergian dengan lebih nyaman, juga cepat, dan efisien,” ujarnya.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Check Also

KAI Raih Apresiasi Penghargaan Pada Anugerah Manajemen Informasi Arus Mudik 2019

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Sekjen Kominfo Niken Widiastuti, dan Ketua Komisi Informasi Pusat Gede Narayana …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *