Home / Berita / Daily Economic Review: Penetrasi Pasar Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan

Daily Economic Review: Penetrasi Pasar Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan

Pemerintah berencana memperluas jangkauan penerima FLPP hingga pemilik pendapatan bulanan IDR8 juta perbulan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota TNI, dan anggota Polri.

Hal ini telah dikonfirmasi oleh Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla, akhir minggu lalu bersama-sama dengan Kementerian PUPR. Hal ini dilakukan untuk memperluas potensi penyerapan program FLPP.

Selain melonggarkan batasan pendapatan, FLPP juga diperbolehkan bagi mereka yang sudah memiliki rumah sebelumnya.

Hingga saat ini, memang FLPP hanya dapat dibeli oleh ASN, anggota TNI, dan anggota Polri yang memiliki pendapatan per bulan tidak lebih dari IDR4 juta dan belum memiliki rumah.

Kebijakan ini dinilai positif seiring rencana peningkatan harga jual minimum rumah subsidi FLPP.

Usulan peningkatan harga rumah subsidi disampaikan oleh REI dan Kementerian PUPR pada awal tahun ini, dengan jumlah yang berbeda-beda pada masing-masing daerah penyaluran.

Jumlah bank penyalur FLPP mengalami penurunan pada 2019.

Pada akhir 2018, pemerintah mengumumkan kerja sama dengan 25 bank untuk menyalurkan kredit pemilikan rumah subsidi (KPR FLPP). Jumlah ini menurun dibandingkan tahun 2018 yang bekerja sama dengan 43 bank.

Berdasarkan data BPS dan BKN, Mandiri mengestimasi terdapat sekitar 531 ribu ASN berusia 26 hingga 35 tahun yang berada pada golongan III dan IV.

Dari total ASN sebanyak lebih dari 4,3 juta jiwa, hal ini menandakan FLPP berpotensi menyasar sekitar 12.3% ASN yang memiliki kemungkinan besar lolos dalam kriteria penerima subsidi FLPP. 

Sumber Bank Mandiri, edit koranbumn

 

Check Also

SKK Migas Catatkan Realisasi Lifting Migas Telah Capai 89 persen dari Target APBN 2019

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *