Home / Berita / Damri Bukukan Laba Rp 21 Miliar Sepanjang Tahun 2018

Damri Bukukan Laba Rp 21 Miliar Sepanjang Tahun 2018

Perum Damri berhasil mencatatkan laba mencapai sekitar Rp 21 miliar pada tahun 2018. Jumlah itu mengalami kenaikan 300 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya senilai Rp 7 miliar.

Direktur Utama Perum Damri, Setia N Milatia Moemin, mengatakan pada tahun ini pihaknya menargetkan terus menumbuhkan laba hingga mencapai 150 persen.

“Kami target akan ada kenaikan laba 150 persen. Jadi di 2018, setelah 18 bulan grup baru (direksi baru) ini mulai pegang, (laba) naik 300 persen,” ujarnya ketika ditemui di Munik Restaurant, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (23/5).

Setia membeberkan, selama setahun terakhir memang pihaknya telah melakukan berbagai langkah yang progresif dengan penekanan pada dua aspek penting. Yaitu, cost control (managemen biaya operasional) dan revenue control (managemen pendapatan).

Dalam hal managemen ongkos operasional, pihaknya telah melakukan transformasi digital yang masif. Mulai dari proses pencatatan keuangan hingga penyediaan modal produksi seperti sparepart secara digital.

“Awalnya dicatat pakai kertas sparepart ada dimana, sekarang kami tahu persis sparepart mana yang harus diganti. Lalu cost control (keuangan) kami langsung ditarik ke pusat. Sistem keuangan seperti accounting,” papar dia.

Di sisi lain, pihaknya juga terus berbenah untuk menciptakan sistem revenue control yang lebih efektif dan efisien khususnya penjualan tiket.

“Waktu itu kan kami (direksi baru) masuk (pada awal 2018), tiket masih sobek, ini kan hanya Tuhan sama yang nyobek yang tahu. Nah kami mulai (reformasi) dengan take on the bus, bayar pakai credit card, pokoknya cashless,” paparnya.

Melalui langkah-langkah itulah, ia menilai modal kerja hingga pendapatan Damri lebih terkontrol dengan baik. Tak ayal, laba pun bisa melesat.

“Ternyata efeknya cukup berdampak,” tegasnya.

Sementara itu, untuk tahun ini pihaknya mengaku bakal fokus pada pengoptimalan digitalisasi dan efektivitas pengoperasian bus Damri di seluruh wilayah di Indonesia.

“Kami pasang GPS, CCTV, dan lain-lain, sehingga lebih termonitor. Yang dulu hanya GPS, sekarang terhubung dengan sistem yang kami tahu pengemudinya ada dimana. Jadi kalau kelamaan kami akan hubungi ngapain. Semacam control room akan kita lakukan,” pungkas dia.

Sumber Kumparan,editkoranbumn

Check Also

Susunan Direksi Baru Bio Farma

Bio Farma perkenalkan susunan direksi baru pada tanggal 16 September 2019, berdasarkan Keputusan Menteri BUMN …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *