Home / Berita / Damri Rencana Alihkan Sejumlah Armadanya dari Bandara Soekarno – Hatta ke Bandara Kertajati

Damri Rencana Alihkan Sejumlah Armadanya dari Bandara Soekarno – Hatta ke Bandara Kertajati

Perum Damri berencana mengalihkan sejumlah armadanya dari Bandara Soekarno – Hatta, Tangerang, untuk mendukung operasi Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat.

“Kalau Kertajati butuh, kelebihan armada di bandara Soekarno-Hatta bisa kami alihkan ke sana,” ujar Setia N Milatia Moemin dalam sambungan telepon kepada Tempo, Ahad, 16 Juni 2019. Rencana itu berkaitan dengan Penataan rute penerbangan di Bandara Internasional Husein Sastranegara dan Bandara Internasional Kertajati di Jawa Barat mulai 15 Juni 2019.

Milatia mengatakan belakangan terjadi penurunan permintaan angkutan bandara di Bandara Soekarno – Hatta sekitar 40 persen pada hari di luar masa Lebaran, sehingga beberapa unit bus Damri menganggur. Karena itu, ia memastikan bisa mengalihkan armada itu ke Kertajari. Kendati demikian, jumlah dan jadwal angkutan bakal menunggu kepastian jadwal penerbangan di Bandara Internasional Jawa Barat itu.

Lebih jauh, Milatia mengatakan perseroan sebenarnya sudah menyiapkan dan mengoperasikan angkutan bandara ke Kertajati pada saat Bandara Kertajati mulai beroperasi dulu. Namun, lantaran bandara itu sepi, armada itu dialihkan ke Kantor Cabang Bandung.

“Ternyata kan sepi banget, maskapainya juga enggak rutin,” tutur Milatia. “Kalau sekarang kebijakannya begitu ya kita akan siapin, dari bandung, dari sukabumi, dan beberapa titik, kami tergantung demand dan sangat siap.”

Nantinya, Milatia akan mengantisipasi bangkitan penumpang dari beberapa kota di sekitar Bandara Kertajati, misalnya Bandung, Garut, Cirebon, Sukabumi, dan Majalengka. Penyediaan angkutan bandara itu sebelumnya juga sudah dilakukan di Bandara Internasional Yogyakarta yang juga baru dioperasikan. “Karena sudah ada demandnya dan penerbangannya pindah, enaknya bus bisa lebih fleksibel lah,” kata Milatia.

Penataan rute penerbangan tersebut sesuai dengan Surat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan bernomor AV.004/0274/KUM/DRJU/VI/2019 tertanggal 13 Juni 2019. Adapun penataan dimaksud di antaranya adalah pengalihan rute penerbangan domestik yang dioperasikan dengan pesawat jet dari Husein Sastranegara ke Kertajati.

President Director AP II Muhammad Awaluddin menekankan bahwa pengalihan penerbangan ke Kertajati mengedepankan aspek security, safety, service dan compliance atau 3S+1C. “AP II akan mengawal dan menjamin proses pengalihan penerbangan dari Husein Sastranegara ke Kertajati berjalan lancar,” jelas Muhammad Awaluddin

Bandara Husein Sastranegara saat ini berkapasitas sekitar 4 juta penumpang per tahun, sementara Kertajati sekitar 5 juta penumpang dimana operator kedua bandara tersebut adalah PT Angkasa Pura II (Persero).

Sumber Tempo, edit koranbumn

Check Also

Hingga Kuartal III/2019, Total Pelanggan PLN Berjumlah 74,16 Juta

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus gencar menambah jumlah pelanggan. Hingga kuartal III 2019, jumlah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *