Home / Berita / Digitalisasi Bandara, AP II Siapkan Belanja Modal Rp500 Miliar

Digitalisasi Bandara, AP II Siapkan Belanja Modal Rp500 Miliar

PT Angkasa Pura II menyiapkan program digitalisasi bandara di sejumlah lokasi untuk meningkatkan layanan kepada penumpang angkutan udara.

Yosrizal Syamsuri, Chief of Project Business Digital Airport PT Angkasa Pura (AP) II, mengatakan bahwa digitalisasi bandara memungkinkan layanan penumpang secara digital mulai dari check in, penempatan bagasi, hingga boarding yang semuanya dapat dilakukan secara mandiri.

Menurutnya, fasilitas bernama seamless digital journey experience itu mencontoh Terminal 4 Bandara Changi Singapura.

“Rencananya kami di tahun ini untuk seluruh Terminal 1, 2, dan 3 [Bandara Soekarno-Hatta] sudah bisa menggunakan self boarding gate, karena sudah ada self check indan baggage drop, tinggal dilengkapi dengan self boarding gate. Harapannya tahun ini bisa terlaksana,” katanya kepada Bisnis, pekan lalu.

Sebelum menerapkan digital journey experience tersebut, Rizal mengatakan bahwa AP II akan menguji coba terlebih dahulu di Bandara Banyuwangi karena dinilai cukup representatif meski merupakan bandara kecil.

Nantinya, Bandara Banyuwangi memiliki fasilitas self check in, face biometric, self baggage drop, hingga self boarding melalui pemindaian sidik jari dan wajah sehingga penumpang dapat langsung masuk pesawat tanpa harus melewati proses penyobekan boarding secara manual.

“Itu salah satunya seamless passenger journey experience yang ingin kami kembangkan. Banyuwangi akan kami katalisasi dan menjadi prototipe sehingga jika gagal bisa langsung diperbaiki, dan jika berhasil akan dikembangkan di tempat lainnya,” tuturnya.

Melalui proses digitalisasi bandara tersebut, tegasnya, penumpang akan mendapatkan pengalaman perjalanan yang menyenangkan. Selain itu, sistem terintegrasi itu juga bertujuan merekam seluruh data penumpang secara otomatis yang akan menjadi bagian dari big data bagi perseroan.

Pada tahun ini, AP II memang serius mengembangkan transformasi digital pada sejumlah bandara yang dikelolanya dengan menyiapkan anggaran belanja modal sebesar Rp500 miliar.

“Sejak beberapa tahun lalu memang sudah ada tetapi tidak spesifik, masih dititipkan pada unit-unit cabang. Sekarang dari manajemen mengatakan jika memang niat untuk digitalisasi maka harus ada anggaran capex spesifik untuk soft infrastructure yang di dalamnya juga untuk digitalisasi,” katanya.

Produk layanan berbasis digital sudah mulai diterapkan di 15 bandara yang dikelola oleh AP II sejak 2016 dengan meluncurkan berbagai produk digital, baik dari sisi pelayanan maupun operasional bandara.

Beberapa di antaranya yang sudah dimiliki digital lounge, chatBOT, Indonesia Airports App, digital kiosk, e-payment, mobile check in, airport operational control center, dan beberapa produk layanan digital lainnya, termasuk sistem autogate imigrasi.

sumber bisnis, edit koranbumn

Check Also

Perkuat Jalinan Bisnis Perusahaan Pendukung, Elnusa Petrofin Gelar Vendor Appreciation Day

Menghadapi era VUCA saat ini Elnusa Petrofin perkuat jalinan kerjasama bisnis dengan perusahaan-perusahaan pendukungnya, melalui …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *