Home / Berita / Dirut B Didik Prasetyo Ajak Pegiat Pertanian Respon Perubahan Industri 4.0 di Seminar Nasional Penelitian Agrobisnis III

Dirut B Didik Prasetyo Ajak Pegiat Pertanian Respon Perubahan Industri 4.0 di Seminar Nasional Penelitian Agrobisnis III

Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) B. Didik Prasetyo hadir sebagai pembicara dalan Seminar Nasional hasil penelitian Agrobisnis III yang digelar di Universitas Galuh, Ciamis, pada Sabtu, 27 April 2019. Dalam seminar bertema “Perdagangan komoditas pertanian di era industri 4.0 : peluang dan tantangan” tersebut Didik Prasetyo menyampaikan betapa pentingnya para pegiat pertanian bertindak cepat dan tangkas dalam merespon setiap perubahan.
Didik mengatakan, siapapun yang tidak bisa mengikuti perubahan di era industri 4.0 ini akan tergilas oleh jaman dan akhirnya mati. Dalam bidang pertanian misalnya, penerapan 4.0 harus dilakukan dari mulai penananman, pemeliharaan, pemanenan, hingga penjualan. Pasalnya, pemanfaatan Teknologi Informasi dapat menurunkan cost produksi secara signifikan sehingga penjualan cakupannya pun akan lebih luas, lebih cepat dan keuntungan yang didapat lebih besar.Lebih lanjut, Didik berpesan kepada para mahasiswa agar memanfaatkan kesempatan kuliah dengan sebaik mungkin. Tidak hanya untuk menguasai teori tetapi juga membentuk pola pikir inovatif, sehingga saat terjun ke tengah masyarakat atau dunia kerja dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh untuk membuat perubahan dan membawa bangsa mengikuti perkembangan zaman dimana dinegara maju tengah menuju era industri 5.0.

Sementara itu Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan, Kementrian Perdagangan Dr. Ir. Kasan yang hadir sebagai Key note speaker mengatakan, era perdagangan sekarang sudah sangat memanjakan konsumen, contohnya membeli makanan sudah bisa dilakukan tanpa keluar rumah. Dengan menggunakan teknologi informasi maka makanan datang sendiri tanpa harus pergi ke rumah makan.
Dalam konteks ini, peran pemerintah adalah mengatur regulasi dimana antara perdagangan offline dan online harus diatur supaya bisa saling memberi dan mendapat manfaat. Ia juga mendorong agar era 4.0 ini bisa menyerap lebih banyak transaksi perdagangan produk pertanian atau agrobisnis.
Masih dalam kesempatan yang sama, Rektor Institut Perbanas Jakarta sekaligus Ketua Umum PP PERHEPI Prof. Dr. Ir. Hermanto Siregar yang juga hadir sebagai pembicara mengatakan, para mahasiswa harus bisa mengikuti perkembangan di era milenial saat ini. Milenial bukan hanya secara umur tetapi juga pemikiran dan peran terutama dibidang pertanian yang komoditasnya potensial untuk di ekspor.
Selain itu, ia berharap di era Industri 4.0 produk pertanian bisa diolah menjadi beberapa turunan dan dipasarkan dengan berbasiskan Tehnologi Informasi sehingga bisa meningkatkan daya jual produk dan mengangkat taraf kehidupan para petani.
Seminar berjalan cukup aktif dengan banyaknya pertanyaan dari peserta yang ingin menggali lebih dalam materi yang dibawakan kedua pembicara. Pertanyaan yang diajukan beragam dari mulai cara mencari modal kerja sampai pemahaman aplikasi bisnis yang terkait dengan era digital 4.0. Ada satu hal yang menarik, dalam satu kesempatan, pembicara bertanya kepada peserta, “siapa yang ingin jadi pegawai?” seketika tidak ada yang tunjuk jari, namun begitu ditanya “siapa yang ingin menjadi enterpreneur?” Hampir 3/4 peserta mengangkat tangannya.
Dalam seminar yang juga dihadiri oleh Rektor Universitas Galuh beserta staf pengajar tersebut juga dilaksanakan penandatanganan nota Kesepahaman antara RNI dengan Universitas Galuh mengenai Kerja sama pengembangan pendidikan dan penelitian.
Sumber RNI, edit koranbumn

Check Also

Komitmen Telkom Indonesia Hadirkan Konektivitas dan Digitalisasi Hingga Wilayah 3T, Indihome Kini Hadir di Pulau Rote

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berkomitmen untuk selalu ada dan berkontribusi menghadirkan konektivitas di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *