Home / Berita / Dirut Budi Noviantoro Pastikan 31 Trainset LRT Jabodebek Sudah Siap, Tinggal Tunggu Trayeknya

Dirut Budi Noviantoro Pastikan 31 Trainset LRT Jabodebek Sudah Siap, Tinggal Tunggu Trayeknya

 PT INKA tengah menanti uji coba Kereta lintas rel terpadu atau light rail transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek). Uji Coba LRT ini memang molor dari target, sehingga uji coba baru bisa dilaksanakan awal September 2019.

Direktur Utama PT INKA Budi Noviantoro mengatakan, molornya uji coba ini disebabkan adanya masalah pembebasan lahan di depo di Bekasi Timur.

“Ini yang jadi kendala sebetulnya, sehingga itu berdampak secara keseluruhan. Karena kereta itu tidak bisa bergerak sendirian. Makanya nunggu itu, sehingga terlambat. Saya sudah siap sebetulnya, tetapi trayeknya belum siap,” ujar Budi, Senin (19/8).

Padahal, menurutnya saat ini pihaknya telah menyiapkan 31 trainset LRT Jabodebek, dan ada yang sudah melalui pengujian internal. Dia pun mengatakan, LRT yang sudah diproduksi sudah seharusnya dikeluarkan dari pabrik karena kondisi lahan yang sudah penuh.

Bila lahan penuh, Budi mengatakan pihaknya akan sulit memproduksi kereta baru. Padahal, selain memproduksi LRT Jabodebek, INKA juga memproduksi kereta yang akan diekspor ke Bangladesh dan Filipina. “Ini masalah, karena lahan kami sudah penuh, jadi merah semuanya. Ada hampir 134 kereta kategori selesai,” ujar Budi.

Lebih lanjut Budi menerangkan, bila uji coba sudah siap dilakukan, hanya 1 LRT yang akan diuji coba terlebih dahulu, setelah itu uji coba LRT lainnya akan dilakukan secara bertahap.

Uji coba tersebut akan dilakukan di 5 stasiun, dengan rute Cibubur-Cawang. Bila 1 LRT sudah selesai diuji coba, kereta tersebut belum akan ditempatkan di Jakarta tetapi ditempatkan di Madiun terlebih dahulu. LRT akan dikirim begitu uji coba selesai dilaksanakan. “Operasinya tergantung kalau sudah selesai semua infrastrukturnya,” tambahnya.

Dia pun mengatakan, uji coba LRT ini akan dilakukan di lintasan yang sebenarnya supaya karakteristik LRT sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Apalagi, LRT ini nantinya memiliki teknologi baru dimana tidak ada masinis.

“Jadi harus betul-betul waktunya cukup untuk trial, untuk bisa mengetahui bagaimana keandalan kereta ini, karena ini bukan hanya teknologinya yang modern, tetapi juga budaya  kita sendiri. Karena nanti kalau penumpang tahu tidak ada masinis itu nanti tahu-tahu tidak ada yang mau naik kereta itu,” tandas Budi.

Sumber Kontan, edit koranbumn

Check Also

Jalin Sinergi Aliansi Perguruan Tinggi BUMN Membentuk BUMN Universities

Sebagai komitmen Pertamina untuk melakukan sinergi BUMN, Pertamina ikut serta dalam kegiatan penandatanganan perjanjian kerja …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *