Home / Berita / Dirut Lukman Hidayat Tertarik Berkontribusi dalam Pembangunan Ibu Kota

Dirut Lukman Hidayat Tertarik Berkontribusi dalam Pembangunan Ibu Kota

Dalam pidato pada Sidang Tahunan DPR dan DPD, Presiden Joko Widodo memohon izin dan dukungan untuk memindahkan Ibu Kota ke Pulau Kalimantan. Hal itu menjadi momentum bagi sejumlah BUMN konstruksi untuk turut ambil bagian di proyek negara tersebut.

Direktur Utama PT PP (Persero) Tbk Lukman Hidayat mengaku tertarik berkontribusi dalam pembangunan ibu kota. Perseroan pun saat ini sedang mencari informasi seperti apa rencana atau format ibu kota yang dimaksud pemerintah.

“Kita sedang mencari tahu format pemindahan ibu kota persisnya bagaimana baik lokasi, timeline atau pun mekanismenya,” kata Lukman dalam konferensi pers Public Expose 2019, Selasa (20/8).

Menurut Lukman, perseroan tengah melaksanakan lokakarya secara internal untuk mencari tahu konsep dari ibu kota baru ini. Sehingga, kedepannya PT PP bisa menentukan langkah apa saja yang perlu dilakukan untuk mendukung rencana pembangunan.

Terkait anggaran, Lukman mengaku perseroan belum bisa memastikan berapa dana yang akan disiapkan. Dia berharap, September mendatang sudah ada kejelasan mengenai format ibu kota baru. Sehingga di 2020 perseroan sudah bisa menyusun langkah-langkah untuk memulai proyek ini.

Ketertarikan juga disampaikan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Sama halnya seperti PT PP, Waskita Karya juga masih menunggu penetapan lokasi pemindahan ibu kota ke Kalimantan.

“Ya pasti berminat dong kita tunggu regulasi dan egal standingnya fix,” kata Direktur Operasi II Waskita Karya Bambang Rianto.

Menurut Bambang, perseroan juga harus mempelajari skema bisnis yang ditawarkan pemerintah sebelum masuk ke proyek ini. Selain sistem tender, lanjut Bambang, pemerintah juga bekerja sama dengan Badan Usaha (KPBU) dan Public Private Partnership (PPP).

Sementara itu, PT Waskita Beton Precast Tbk telah menyiapkan sejumlah rencana terkait pemindahan Ibukota ke Kalimantan. Perseroan dengan kode saham WSBP ini tengah menyiapkan sebuah Plant di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

“Plant ini dibangun dengan tujuan untuk menyerap potensi pasar ke depan di wilayah tengah dan timur Indonesia, bahkan pasar regional di Asia Tenggara. Plant Penajam memiliki kapasitas produksi sebesar 250 ribu ton/tahun,” papar Direktur Utama WSBP Jarot Subana.

Plant ini memproduksi produk precast berupa Box Girder, PCT Girder, Square Pile, dan CCSP. Dengan fasilitas penunjang yang sudah ada berupa area Produksi, area Workshop dan Area pengolah limbah, WSBP berencana untuk ekspansi dengan memiliki dermaga sendiri, sehingga sangat mempermudah dalam akses pengiriman produk-produk precast langsung dari plant tersebut ke pulau-pulau lainnya karena memiliki lokasi yang strategis dengan Teluk Balikpapan.

Sumber Republika, edit koranbumn

Check Also

BNI Bukukan Transaksi Digital Meningkat 150 Persen Hingga September 2019

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. menyatakan transaksi digital melalui e-channel, khususnya mobile banking meningkat signifikan hingga September …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *