Home / Berita / Dirut Muhammad Awaluddin Ajak Maskapai Berkolaborasi dengan Operator Bandara untuk Restrukturisasi Biaya Jasa Bandara Keseluruhan

Dirut Muhammad Awaluddin Ajak Maskapai Berkolaborasi dengan Operator Bandara untuk Restrukturisasi Biaya Jasa Bandara Keseluruhan

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Kementerian Perhubungan bakal menurunkan tarif tiket pesawat untuk low cost carrier (LCC) di beberapa rute dan jam. Maskapai penerbangan juga sudah sepakat menurunkan harga tiket pesawat domestik untuk penerbangan LCC.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan saat seperti ini merupakan momen tepat untuk kembali merestrukturisasi biaya jasa bandara secara keseluruhan. “Banyak komponen biaya yang bisa dilakukan secara kolaborasi antara maskapai dengan operator bandara,” katanya, Kamis (20/6).

Misalnya soal sistem ticketing dan ground handling. Selama ini, maskapai menunjuk ataupun memiliki sendiri jasa ground handling. Menurut Awaluddin, hal itu bisa disinergikan. “Operator bandara bisa jadi leading sector-nya,” ujarnya.

Kemudian customer service antara maskapai dan bandara. Tentu saja customer service maskapai dan bandara sama-sama memberikan pelayanan bagi orang yang sama, yakni pendatang di bandara sekaligus penumpang.

Melalui digitalisasi, tambah Awaluddin, juga bisa dilakukan banyak pengurangan beban. Untuk self check-in misalnya, Angkasa Pura II yang selama ini menambah fasilitas self check in tidak diikuti dengan pengurangan counter check-in. “Jika counter check in dikurangi, pemanfaatan ruang bandara juga bisa lebih maksimal,” tambahnya.

Soal penyesuaian komponen biaya pesawat di bandara, menurut Awaluddin, pihaknya bisa dengan cepat menyesuaikan komponen biaya tersebut. Toh komponen biaya bandara hanya sebesar 4% sampai 5% dari total beban maskapai.

Penyesuaian komponen biaya pesawat di bandara merupakan permintaan pemerintah yang meminta agar seluruh pihak yang terkait seperti maskapai udara, pengelola bandara, penyedia bahan bakar, agar menurunkan biaya terkait agar operasi penerbangan bisa lebih murah.

Nah dari segi bisnis, memang ada potensi penurunan pendapatan bagi Angkasa Pura II. Tetapi Awaluddin mengatakan, Angkasa Pura II juga sedang mengupayakan menambah komposisi pendapatan dari non penerbangan. Di antaranya yang sedang dikerjakan Angkasa Pura II adalah peningkatan bisnis dari airport e commerce, e-advertisment, e-payment melalui LinkAja, dan big data airport.

Sumber kontan, edit koranbumn

Check Also

MA Lantik Lima Calon Anggota BPK Periode 2019-2024

Mahkamah Agung (MA) akan melantik lima anggota Badan Pemeriksa Keuangan yang sebelumnya telah menjalani serangkaian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *