Home / Anak Perusahaan / Dukung Ketahanan Energi Baru Terbarukan, Wantanas Kunjungi PT ENERO di Mojokerto

Dukung Ketahanan Energi Baru Terbarukan, Wantanas Kunjungi PT ENERO di Mojokerto

Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas) mengunjungi Pabrik Bioetanol milik PT Energi Agro Nusantara (ENERO) di Mojokerto untuk mengumpulkan informasi mengenai kebijakan pemerintah terkait Ketahanan Energi Baru Terbarukan di Indonesia.

Ketua Rombongan Tim Kajian Daerah Sekretariat Jenderal Wantanas, Irjen.Pol. Indra Miza mengungkapkan tujuan kunjungan ke Provinsi Jawa Timur tidak lain untuk mendapatkan informasi tentang ketahanan pangan di Jawa Timur, sesuai dengan RPJM 2015-2019 antara lain tercapainya ketersediaan yang bersumber dari produksi dalam negeri.

“Kami melakukan kunjungan ke PTPN X dan PTPN XI. Untuk ke PT ENERO ini, kami ingin mendapatkan informasi tentang ethanol sebagai Energi Baru Terbarukan yang juga menjadi perhatian bagi pemerintah,” kata Miza di ruang rapat PT ENERO di Mojokerto, Rabu (27/3).

Miza mengungkapkan berdasarkan roadmap biofuel pada blueprint Pengelolaan Energi Nasional ditargetkan Bioetanol E2 pada 2016 dan meningkat sampai Bioetanol E5 pada 2020. Namun, hingga saat ini mandatori blending E2 yang seharusnya jalan di tahun 2016 belum juga terlaksana.

“Kami juga sudah bertemu dengan Gubernur agar Jawa Timur ini menjadi pilot project untuk Energi Baru Terbarukan berbasis tebu, mengingat di Jawa Timur ini ada dua pabrik bioetanol,” jelasnya.

Direktur Utama PT ENERO Izmirta Rachman mengatakan PT ENERO sudah melakukan penjualan bioetanol ke PT Pertamina pada tahun 2014 sebesar 25 Kiloliter ethanol.

“Pada prinsipnya, PT ENERO siap menyediakan fuel grade ethanol dan berupaya agar PT ENERO dapat beroperasi 300 hari/tahun,” kata Erik, begitu dia akrab disapa.

Selama ini, sambung Erik, PT ENERO masih sangat tergantung excess power dari PG Gempolkrep sehingga selama ini proses produksi PT ENERO pun mengikuti hari giling PG Gempolkrep. InsyaAllah di tahun 2020, PT ENERO bisa full beroperasi sehingga PT ENERO bisa memaksimalkan produksi nya untuk bisa memenuhi kebutuhan bioetanol. (Red3, CIN_Sekper)

Check Also

BNI Ajukan Pinjaman Bilateral Senilai US$ 750 juta kepada Lima Bank Asing

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mengatakan saat ini pihaknya telah melakukan pengajuan pinjaman bilateral …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *