Home / Berita / Ekspansi Kimia Farma yang Akan Direalisasikan Tahun 2019

Ekspansi Kimia Farma yang Akan Direalisasikan Tahun 2019

PT Kimia Farma (Persero) Tbk (Kimia Farma) berencana melakukan akuisisi beberapa rumah sakit di semester dua tahun ini. Manajemen mengatakan langkah ini ialah bagian dari ekspansi perluasan pasar dan penetrasi produk.

Usai mengakuisisi senilai Rp 1,36 triliun PT Phapros Tbk  pada akhir Maret 2019, perseroan akan mengakuisisi dua rumah sakit berlokasi di Jakarta, masing-masing merupakan rumah sakit BUMN dan swasta. “Ada (dana) Rp 1 triliun untuk akuisisi dua rumah sakit,” ujar Honesti Basyir, Direktur Utama Kimia Farma

Dana tampak berasal dari belanja modal alias capital expenditure (capex) perseroan tahun ini yang mencapai Rp 4,2 triliun. Rinciannya sebanyak Rp 2,5 triliun untuk mendanai bisnis organik dan Rp 1,7 triliun untuk bisnis an-organik.

Adapun kata Honesti, sampai triwulan pertama 2019, porsi capex yang sudah diserap mencapai 37,6% alias Rp 1,6 triliun. Sebagian besar dipakai untuk pembelian saham PEHA dari pemilik sebelumnya RNI di akhir kuartal pertama tersebut.

Selain rumah sakit, perseroan juga tengah mengincar akuisisi perusahaan ritel farmasi di Vietnam. KAEF yang berharap dapat mengakuisisi dengan porsi mayoritas yang saat ini masih mempelajari regulasi yang berlaku di negara tersebut.

Honesti menyebutkan, ada ritel farmasi yang tengah diincar dengan jaringan distribusi masing sekitar 100 outlet dan 60 outlet. Setidaknya ada 2 perusahaan yang siap untuk dijual di Vietnam tersebut, dan KAEF baru melakukan komunikasi dengan yang salah satu perusahaan itu. .

Adapun di Timur Tengah, KAEF terus memperkuat kerjasama dengan Marei bin Mahfouz (MBM) Group asal Arab Saudi. Apalagi perseroan telah mengakuisisi anak usaha MBM yakni Dawaa Medical Limited Company, dengan kepemilikan saham mencapai 60%.

“Sampai saat ini kami sudah punya 34 ritel di sana. Kerjasama ini tidak hanya untuk ritel dan wholesale tapi nanti ada juga pembangunan pabrik manufaktur farmasi,” terang Honesti.

Mengenai progres rencana tersebut, Honesti bilang saat ini pihaknya masih melakukan studi kelayakan, baik terkait teknologi, supply chain dan sebagainya. Lebih lanjut ia mengatakan partner KAEF di Arab Saudi tersebut telah menyiapkan lahan seluas 3 hektar dan diharapkan pada bulan Juli-Agustus 2019 ini hasil studi selesai dan dapat diumumkan.

Sumber Kontan, edit koranbumn

Check Also

Jasa Tirta I Partisipasi ICWRDEP 2019 di Gedung Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Bertempat di Auditorium Prof Ir Suryono, Gedung Fakultas Teknik Universitas Brawijaya 12-13 Oktober 2019 dilaksanakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *