Home / Berita / Garuda Indonesia Datangkan 3 unit Drone untuk Awali Bisnis Kargo Udara

Garuda Indonesia Datangkan 3 unit Drone untuk Awali Bisnis Kargo Udara

PT Garuda Indonesia Tbk. akan mendatangkan 3 unit pesawat tanpa awak (unmanned aerial vehicle/UAV) atau dikenal dengan drone, untuk bisnis kargo udara tahap awal.

Direktur Utama Garuda Indonesia IGN Askhara Danadiputra mengatakan nilai investasi untuk drone jauh lebih murah dibandingkan dengan pesawat konvensional. Drone yang dibeli berjenis BZK-005 yang diproduksi oleh Beihang UAS Technology Co. Ltd.

“Drone yang ingin kami datangkan senilai US$1 juta per unit, sedangkan ATR 72-600 saja sampai US$22 juta per unit. Itu belum dihitung biaya lain seperti pilot dan set kru,” kata Askhara, Minggu (31/3/2019).

Dia menambahkan pada tahap awal sebanyak 3 unit akan didatangkan. Pengiriman kargo untuk jarak jauh masih akan menggunakan pesawat konvensional seperti A330-300 atau B737-800 NG untuk jarak menengah.

BZK-005, yang juga digunakan sebagai alat pengintai untuk keperluan militer tersebut, mampu terbang dengan jarak maksimal hingga 1.200 km pada ketinggian 5.000 m. Adapun, waktu terbang maksimal selama 4–5 jam dengan kecepatan hingga 300 km/jam.

Askhara menilai pengoperasian drone sangat cocok untuk menjangkau bandara daerah terpencil. Drone hanya membutuhkan panjang landas pacu untuk lepas landas maupun mendarat minimal 600 m.

Selama ini, imbuhnya, drone hanya digunakan untuk kepentingan militer guna mengangkut misil. Beihang merupakan satu-satunya pabrikan yang memproduksi drone untuk keperluan komersil.

“Besok April kami akan ke Beijing untuk melihat review modelnya,” ujarnya.

Askhara Danadiputra mengatakan alasan penggunaan drone tersebut karena dinilai lebih efisien dan meminimalkan risiko. Di sisi lain, investasi untuk pesawat tersebut lebih murah dibandingkan dengan jenis konvensional.

Dia menambahkan tarif kargo tidak bisa diturunkan lebih rendah lagi apabila maskapai tetap menggunakan pesawat konvensional. Terlebih, tarif kargo saat ini hanya cukup untuk menutup biaya operasional.

Penggunaan drone dinilai lebih efisien karena tidak membutuhkan bahan bakar yang banyak. Selain itu, mengurangi biaya pegawai dalam bentuk set kru seperti pada pesawat konvensional.

Askhara menjelaskan kondisi cuaca yang sering berubah dan topografi di wilayah Indonesia Timur sering menjadi tantangan bagi pesawat konvensional. Penggunaan drone bisa meminimalisasi risiko tersebut

Sumber Bisnis, edit koranbumn

 

Check Also

Peruri Gelar Best Employee & Innovation Award 2019

Peruri menyelenggarakan malam penganugerahan/awarding night kepada penerima penghargaan dan pemenang Best Employee & Innovation Award …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *