Home / Berita / Harga Gabah Petani Ajlok, Bulog Tetap Beli Sesuai Harga Ditetapkan Pemerintah

Harga Gabah Petani Ajlok, Bulog Tetap Beli Sesuai Harga Ditetapkan Pemerintah

Perum Bulog, saat ini telah mengerahkan seluruh Kantor Divisi Regional (Kadivre) untuk membeli gabah petani. Sebab, beberapa waktu lalu harga Gabah Kering Panen (GKP) anjlok di posisi Rp 2.500-Rp 3.000 per kg.

Adapun harga beli gabah sesuai Inpres Nomor 5 Tahun 2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran Beras oleh Pemerintah, disebutkan untuk harga pembelian Gabah Kering Panen (GKP) dalam negeri dengan kadar air maksimum 25 persen dan kadar hampa maksimum 10 persen adalah Rp 3.700 per kg di petani, atau Rp 3.750 per kg di penggilingan.

Namun, pemerintah kemudian mengeluarkan kebijakan untuk menambah HPP sebesar 10 persen untuk masing-masing kondisi gabah. Dengan demikian, HPP GKP saat ini menjadi Rp 4.070 per kg, HPP GKG menjadi Rp 5.115 per kg dan beras Rp 8.030 per kg.

“Bulog seoptimal mungkin (menyerap) semua kadivre itu kita perintahkan untuk melakukan penyerapan semuanya. Nah gabahnya Gabah Kering Panen (GKP) yang di sawah Rp 4.070 (per kg). Kalau Gabah Kering Giling (GKG) produksi yang langsung bisa giling itu Rp 5.000 (per kg) lebih,” kata Direktur Pengadaan Bulog, Bachtiar, Selasa (2/4).

Bachtiar menyampaikan penyerapan gabah tersebut sebagai salah satu peran Bulog untuk stabilisasi harga. Namun, ia menegaskan ada spesifikasi tertentu gabah yang dapat dibeli oleh Bulog seperti yang diatur dalam Inpres Nomor 5 Tahun 2015.

“Ini buktinya kemarin di Jember langsung (dibeli). Kan enggak sampai 1-2 jam langsung datang kita beli. Nah cuma belinya sesuai dengan kadarnya ya kalau beras kita kadar air 14 persen itu medium lalu broken 20 persen, sosoh 95 persen menir ada 2 persen nah itu yang kita beli untuk harga yang Rp 8.030 itu,” tuturnya.

Bachtiar mengklaim dengan penyerapan yang tengah dilakukan saat ini penyerapan Bulog naik mencapai 7.000 kg per hari.

“Buktinya kan penyerapan kita naik. Sehari bisa 7.000 (kg) an nanti ini meningkat terus kan kita sambil menunggu panen raya April kan panen raya,” sebutnya.

Sebelumnya diberitakan anjloknya harga gabah terjadi di beberapa daerah. Seperti yang terjadi Jember, Jawa Timur pada Kamis (28/3) lalu petani dari 31 kecamatan di Kabupaten Jember melakukan unjuk rasa di Gedung DPRD, mereka menuntut agar pemerintah mampu mencari jalan keluar terkait anjloknya harga gabah.

Sumber Kumaran, edit koranbumn

Check Also

Mulai Oktober 2019, Penumpang Kereta Bandara Bisa Naik dari Manggarai

Stasiun Kereta Api Bandara di Manggarai, Jakarta sudah siap dioperasikan pada Oktober 2019. Dengan begitu, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *