Home / Berita / Holding BUMN Sektor Kawasan Diperkirakan Terbentuk pada September Mendatang

Holding BUMN Sektor Kawasan Diperkirakan Terbentuk pada September Mendatang

Puluhan pejabat dan karyawan PT. Kawasan Berikat Nusantara (Persero) mengikuti sosialisasi pembentukan holding BUMN sektor kawasan yang digelar di kantor pusat KBN, Cakung, Jakarta pada 2 Agustus 2019. Sosialisasi ini dihadiri Asisten Deputi Bidang Usaha Konstruksi, Sarana dan Prasarana Perhubungan III Kementerian BUMN, Hendrika Nora O Sinaga, Direktur Utama PT. KBN (Persero) HM Sattar Taba, Direktur Keuangan KBN Daly Mulyana, dan Direktur SDM dan Umum PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), J. Nanang Marjianto.

PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) akan menjadi induk atau holding BUMN sektor kawasan, sedangkan anggota holding adalah PT. KBN (Persero), PT. Kawasan Industri Medan (Persero), PT. Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER),  PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) atau PT KIW, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP),  PT Kawasan Industri Makassar (KIMA),  PT Sang Hyang Seri (Persero), dan  Kawasan Industri Lampung (KAIL).

Asisten Deputi Bidang Usaha Konstruksi, Sarana dan Prasarana Perhubungan III Kementerian BUMN, Hendrika Nora O Sinaga mengatakan, pembentukan holding BUMN sektor kawasan ini merupakan tuntutan arus globalisasi dan dinamika bisnis yang mengharuskan adanya supply chain yang terintegrasi.

“Dengan terbentuknya holding ini, BUMN yang bergerak di sektor kawasan induatri akan semakin maju dan efisien,” katanya. Hendrika Nora O Sinaga mencontohkan, ekspansi perusahaan yang tergabung dalam holding akan mendapat dukungan dari perusahaan sesama anggota holding.

“Kalau semua berjalan lancar, holding BUMN sektor kawasan ini bisa terbentuk pada September mendatang. Mudah-mudahan Peraturan Presiden segera terbit,” katanya.

Direktur Utama PT. KBN (Persero) HM Sattar Taba mengatakan, pembentukan holding memberi banyak manfaat dan keuntungan bagi perusahaan. Ia pernah merasakannya ketika masih menjabat sebagai Direktur Utama Semen Tonasa yang tergabung dalam holding BUMN semen yaitu Semen Indonesia. Ini merupakan holding BUMN yang pertama terbentuk.

“Kalau holding BUMN kawasan sudah berjalan, dampaknya akan dirasakan oleh KBN. Bisnis kawasan ini akan lebih menjanjikan, laba dan pendapatan akan lebih baik. Sebab ada efisiensi biaya. Banyak peluang usaha. Kawasan ini bisa mendunia,” katanya.

Misalnya KBN membutuhkan dana untuk pengembangan kawasan di luar Jakarta, lanjut Sattar Taba, bisa sharing dengan sesama anghota holding BUMN kawasan. “Seperti kita tahu bahwa PT RNI punya lahan yang cukup luas di dekat Pelabuhan Patimban. Kita bisa kelola lahan itu menjadi kawasan pendukung pelabuhan tanpa harus membeli lahan,” jelas Sattar Taba.

Sumber KBN, edit koranbumn

Check Also

INALUM Gelar Customer Gathering di Ritz Carlton Pacific Place Jakarta

INALUM kembali melaksanakan kegiatan temu ramah dengan pelanggan Aluminium (Customer Gathering) di Ritz Carlton Pacific …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *