Home / Berita / Hutama Karya Kaji Penggunaaan Teknologi WIM Cegah Truk ODOL Masuk Tol Bakauheni-Terbanggi Besar
Print

Hutama Karya Kaji Penggunaaan Teknologi WIM Cegah Truk ODOL Masuk Tol Bakauheni-Terbanggi Besar

PT Hutama Karya (Persero) tengah mengkaji penggunaan teknologi weight in motion (WIM) untuk mencegah truk bermuatan melebihi kapasitas dan dimensi (overdimension overload/ODOL)masuk ke jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar.

Kepala Cabang Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar, Hanung Hanindito mengatakan perseroan sebagai operator jalan tol memiliki hak untuk menolak kendaraan yang melebihi kapasitas muatan maupun dimensi.

Praktik ODOL sendiri melanggar sejumlah regulasi, antara lain Undang Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tahun 2009 dan sejumlah aturan turunannya.

“Mungkin akan begitu [menggunakan WIM], tapi ini masih kajian dan masih perlu didiskusikan,” jelasnya, Selasa (30/4/2019).

Untuk diketahui, WIM merupakan teknologi yang bisa mengukur beban kendaraan dengan tingkat akurasi tinggi secara otomatis saat melintas di gerbang tol.

Walhasil, operator jalan tol bisa mendeteksi truk-truk ODOL secara cepat dan akurat. Saat ini, WIM digunakan oleh PT Margamandala Sakti di ruas Tangerang-Merak.

Dalam catatan , kendaraan yang melebiihi kapasitas beban yang diizinkan di ruas Tangerang-Merak akan langsung diberikan tiket khusus untuk keluar di gerbang tol terdekat.

Bila pengemudi tetap bandel, sesuai regulasi yang berlaku, pengemudi dikenakan hukuman berupa pembayaran dua kali tarif terjauh.

Hanung menuturkan, pihaknya sudah memulai pencegahan kendaraan ODOL masuk ke jalan tol kendati belum massif. Dia menyebut, pihaknya tengah fokus menggelar sosialisasi kepada para pengguna jalan tol selama tarif tol belum diberlakukan.

“Tolnya juga memang masih gratis. Nanti kalau sudah berbayar baru tindakannya tegas,” ujarnya.

Sebagai langkah pencegahan, para petugas akan ditugaskan mengawasi ODOL di sekitar pintu masuk tol. Mereka akan langsung menolak truk-truk tersebut untuk memasuki ruas tol.

Selain itu, pihaknya juga akan bekerja sama dengan kepolisian dan Kementerian Perhubungan untuk melakukan penertiban. Adapun penertiban tersebut akan dilakukan di ruas-ruas jalan yang mengarah ke pintu masuk tol.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Check Also

Sinergi PHE dan Pertamedika IHC Peduli Kualitas Gizi Ibu dan Anak di Wilayah Terdampak Peristiwa YYA

Sejak pagi, suasana Posyandu Dusun Pisangan, Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang riuh rendah dengan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *