Home / Berita / ICOR Masih Tinggi, Bikin Investasi Kalah Bersaing dan Pertumbuhan Mandeg

ICOR Masih Tinggi, Bikin Investasi Kalah Bersaing dan Pertumbuhan Mandeg

Salah satu isu yang disasar pemerintah dalam melakukan transformasi ekonomi Indonesia ialah menurunkan incremental capital-output ratio alias ICOR yang masih cukup tinggi dibandingkan negara-negara lain.

ICOR merupakan salah satu parameter yang dapat menunjukkan tingkat efisiensi investasi di suatu negara. Semakin kecil angka ICOR, biaya investasi yang harus dikeluarkan semakin efisien juga untuk menghasilkan output tertentu.

Tahun 2014, ICO Indonesia tercatat sebesar 5.5. Angka tersebut lumayan tinggi dibandingkan Vietnam 5,2, India 4,9, Malaysia 4,6, Thailand 4,5,dan Filipina 3,7.

Namun, di saat rata-rata negara Asia Tenggara mengalami penurunan ICOR ke kisaran 3-4, Indonesia justru mencatat ICOR lebih tinggi yaitu menyentuh 6,3 pada 2018.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, saat ini memang ICOR Indonesia tergolong tinggi jika dibandingkan dengan negara sebaya seperti Vietnam dan India.

“Hal ini menandakan bahwa investasi di Indonesia secara makro kurang efisien,” ujar dia, Jumat (9/8).

Oleh karena itu, Darmin mengatakan diperlukan strategi konfigurasi investasi yang diarahkan untuk dapat menurunkan ICOR. Di antaranya melalui penurunan suku bunga riil, optimalisasi investasi sehingga return lebih cepat dan berorientasi ekspor, dan efisiensi produksi melalui pengembangan sumber energi murah.

Juga pengembangan SDM dan reformasi pasar ketenagakerjaan, serta digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi serta optimalisasi aset dan sumber daya.

Investasi pada sektor non-infrastruktur, selanjutnya, akan difokuskan pada lima sektor industri prioritas yaitu makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, elektronik, otomotif, dan industri kimia. Kelima industri ini juga didorong sebagai industri berorientasi ekspor.

Darmin melanjutkan, pemerintah juga mengembangkan industri lainnya seperti hilirisasi produk dan peningkatan nilai tambah pada sektor pertambangan, perkebunan, holtikultura, perikanan, dan kehutanan.

“Berbagai rumusan strategi ini kita lakukan untuk menurunkan nilai ICOR Indonesia, sehingga pertumbuhan ekonomi dapat lebih tinggi,” tuturnya.

Sumber Kontan, edit koranbumn

Check Also

Pesan Presiden Jokowi ke Erick Thohir, “BUMN Ekspansi ke Pasar Modal”

Presiden Joko Widodo punya pesan khusus untuk menteri baru yang menangani Badan Usaha Milik Negara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *