Home / Berita / Inalum Akan Menambah Kepemilikan Saham PTBA

Inalum Akan Menambah Kepemilikan Saham PTBA

PT Indonesia Asahan Aluminium atau Inalum (Persero) berencana menambah kepemilihan saham di PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Meski saat ini, sebagai holding industri pertambangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Inalum telah menggenggam 65,02% saham milik perusahaan batubara tersebut.

Head of Corporate Communication and Government Relation Inalum Rendi A Witular mengatakan, rencananya penambahan porsi kepemilikan itu akan dilakukan pada tahun ini. Hanya saja, Rendi masih masih enggan untuk mengemukakan berapa besaran saham yang akan ditambahkan oleh Inalum.

Rendi bilang, saat ini pihaknya masih melakukan kajian secara serius untuk membahas hal tersebut. “Besarannya kita masih belum tahu, sedang kita kaji secara serius. Rencananya tahun ini, kita masuk secepatnya,” kata Rendi, pada Minggu (31/3).

Rendi menjelaskan, ada sejumlah pertimbangan mengapa Inalum ingin menaikkan porsi kepemilikan sahamnya di PTBA. Yaitu melihat kinerja keuangan yang positif dan proyek pengembangan PTBA yang dinilai prospektif.

“Ada penilaian jangka pendek dan prospek jangka panjang yang jadi pertimbangan kita untuk menaikkan kepemilikan di PTBA,” ujar Rendi.

Rendi mengungkapkan, PTBA memiliki kinerja keuangan yang positif, baik secara pendapatan, perolehan laba, dan juga pembagian dividen. Selain itu, PTBA juga memiliki cadangan batubara kalori tinggi, yang pada tahun ini, produksi dan penjualannya akan semakin ditingkatkan.

“PTBA kan kinerja keuangannya bagus, dividen payout tinggi. Juga batubara kalori tinggi lagi digenjot, harganya kan bagus,” kata Rendi.

Tahun ini PTBA menargetkan produksi batubara high calorie value (cv) atawa kalori tinggi sebesar 5 juta ton. Jumlah itu meroket 233,34% ketimbang target pada tahun lalu yang sebesar 1,5 juta ton.

Sedangkan secara keuangan, pada tahun 2018 pendapatan usaha PTBA tumbuh 9% dari tahun sebelumnya menjadi Rp 21,17 triliun. Sejalan dengan itu, laba bersih PTBA naik 12,23% menjadi Rp 5,02 triliun di akhir 2018.

Sementara, EBITDA PTBA tercatat Rp 7,59 triliun atau meningkat 111% dari periode yang sama di tahun lalu yang hanya Rp 6,83 triliun.

Selain itu, kas dan setara kas per akhir 2018 tercatat Rp 6,30 triliun atau meningkat 77% dibanding akhir 2017. Dimana cash ratio terhadap liabilitas jangka pendek meningkat 128% di 2018 dari tahun 2017 yang hanya 79%.

Karena itu, sambung Rendi, sebagai pemegang saham mayoritas, Inalum juga berencana meminta PTBA membagikan 75% laba bersih sebagai dividen, sama besarnya seperti tahun sebelumnya.

“Kita akan mengusulkan itu pada saat RUPST (Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan) 25 April nanti,” ujar Rendi.

Pertimbangan lainnya, lanjut Rendi, secara jangka panjang PTBA memiliki sejumlah proyek yang prospektif. Terutama terkait dengan proyek hilirisasi batubara, yakni gasifikasi di Tajung Enim-Sumatera Selatan dan di Peranap-Riau.

Selain itu, PTBA juga tengah mengembangkan proyek kelistrikan, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) mulut tambang Sumsel 8 berkapasitas 2×620 megawatt. “Itu optimisme jangka panjang kita untuk menaikkan kepemilikan,” terang Rendi.

PTBA Tak Keberatan

Adapun, saat dikonfirmasi, Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin tak menampik kabar tersebut. Arviyan bahkan setuju jika Inalum ingin menambah porsi kepemilikan saham di PTBA, yakni dengan mengikuti Treasuary Stock PTBA yang akan dilepas awal April 2019.

“Saya setuju kalau Inalum mau menambah kepemilikan di PTBA dengan ikut membeli treasuary stock PTBA yang akan kita lepas awal April ini,” kata Arviyan kepada Kontan.co.id, Minggu (31/3).

Arviyan pun tak keberatan jika harus kembali membagikan 75% dividen-nya seperti yang diminta Inalum. “Karena itu domain pemegang saham, menurut saya sah-sah saja dan kondisi PTBA juga likuid,” terangnya.

Lebih lanjut, Sekretaris Perusahaan PTBA Suherman menjelaskan, PTBA akan melakukan treasury stock hasil pembelian. Ia bilang, buyback tahap 1 itu akan jatuh tempo pada akhir bulan Mei tahun ini.

Kendati demikian, Suherman mengaku masih belum mendapatkan informasi resmi dari Inalum soal penambahan kepemilikan tersebut.

“Memang ada buyback tahap 1, dan segera akan dijual kembali (sellback) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bahwa Inalum akan menambah kepemilikan saham PTBA saya belum terinformasikan secara resmi” tandasnya.

Sumber Kontan, edit koranbumn

Check Also

Bank Indonesia Proyeksikan Ekonomi Digital Sebagai Masa Depan Indonesia

Bank Indonesia (BI) menganggap ekonomi digital sebagai masa depan Indonesia. Selain itu, ekonomi digital juga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *