Home / Berita / INALUM dan ANTAM Canangkan Proyek Hilirisasi Bauksit Menjadi Alumina

INALUM dan ANTAM Canangkan Proyek Hilirisasi Bauksit Menjadi Alumina

 PT Indonesia Asahan Aluminum (Persero) bekerja sama dengan PT ANTAM Tbk., melalui anak usaha patungan mereka PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI), melakukan Pencanangan Pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery di Desa Bukit Batu, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Pencanangan ini dilakukan oleh Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, Menteri BUMN Rini M. Soemarno, Anggota Komisi VII DPR RI Katherine A. Oendoen dan Maman Abdurahman, Wakil Gubernur Kalimantan Barat Drs. H. Ria Norsan, MM, MH, Bupati Mempawah Gusti Ramlana, Kapolda Irjen Pol Didi Haryono serta Kasdam Brigadir Jenderal TNI Alfret Denny D. Tuejeh.

Turut Hadir dalam pencanangan ini Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) Budi G. Sadikin, Direktur Utama PT ANTAM Tbk Arie Prabowo Ariotedjo, Plt. Direktur Utama PT BAI Bambang Wijanarko, serta para pejabat daerah Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Landak.

“Kehadiran pengembangan industri pengolahan bauksit menjadi alumina di Mempawah harus memiliki manfaat bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat daerah setempat. Sinergi BUMN sangat diperlukan untuk membangun mata rantai industri dari hulu ke hilir yang terintegrasi. Saya sangat menyambut baik pencanangan ini,” kata Rini M. Soemarno.

Indonesia memiliki cadangan bauksit terbesar keenam di dunia. Proyek ini akan mengurangi ekspor mineral mentah dan sekaligus ketergantungan impor untuk sumber bahan baku untuk produksi aluminium.

“Pengembangan industri pengolahan bauksit menjadi alumina ini juga akan mendorong lahirnya potensi investasi lainnya di masa depan, misalnya dalam bentuk pengembangan industri-industri terkait alumina-aluminium based dan diversifikasinya, yang kesemuanya itu sepenuhnya dimanfaatkan untuk kesejahteraan negara Indonesia secara umum, dan bagi masyarakat sekitar secara khusus.” tutur Oesman Sapta Odang.

“Pencanangan Pabrik Pemurnian Alumina ini merupakan bagian dari upaya melaksanakan salah satu mandat Holding Industri Pertambangan, yakni mendorong hilirisasi produk tambang. Nantinya Inalum, yang memiliki satu-satunya pabrik pemurnian aluminium di Indonesia, akan mendapatkan pasokan alumina dari dalam negeri. Penghematan yang dilakukan Inalum dapat mencapai USD200 juta,” demikian disampaikan oleh Direktur Utama PT Inalum (Persero) Budi G. Sadikin.

Sementara itu Direktur Utama ANTAM, Arie Prabowo Ariotedjo mengemukakan bahwa proyek Smelter Grade Alumina Refinery merupakan proyek pengembangan strategis bagi Indonesia. Sebagai Perusahaan dengan sumber daya bauksit yang signifikan, ANTAM berupaya mewujudkan nilai tambah komoditas mineral yang dimiliki sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.

Proyek Pembangunan Pabrik Alumina yang akan dikelola oleh PT BAI akan dibangun diatas lahan seluas 288 Ha di tiga Desa di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Proyek Pengolahan Smelter Grade Alumina ini akan memiliki kapasitas awal sebesar 1 juta ton per tahun. Proyek ini juga akan dilengkapi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Batubara sebesar 3 x 25 MW.

Investasi proyek ini diperkirakan akan mencapai USD850 juta (termasuk IDC dan Modal Kerja) dan ditargetkan mulai berproduksi di awal tahun 2022.

Tentang Holding Industri Pertambangan

Holding Industri Pertambangan resmi dibentuk pada 27 November 2017 dimana INALUM menjadi Induk Usaha Holding dan PT Aneka Tambang Tbk., PT Bukit Asam Tbk., PT Timah Tbk., dan PT Freeport Indonesia sebagai anggota Holding. INALUM memegang 65% saham PT Aneka Tambang Tbk., 65.02% saham PT Bukit Asam Tbk., 65% saham PT Timah Tbk., dan 51,2% saham PT Freeport Indonesia.

Sampai dengan Juni 2018, INALUM membukukan Pendapatan Konsolidasi (audited) sebesar Rp30,1 triliun, tumbuh 59% dari tahun lalu. EBITDA Konsolidasi mencapai Rp9,2 triliun, tumbuh 92% dari tahun lalu. Laba Bersih Konsolidasi mencapai Rp5,3 triliun tumbuh 174% dari tahun 2017.

Sumber Antam, edit koranbumn

Check Also

Pujasera di Rest Area Jagorawi Kompak Beralih Gunakan Tabung LPG Pink

Pertamina targetkan 65 tabung LPG (Liquefied Petroleoum Gas) Bright Gas akan digunakan oleh pengusaha kuliner …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *