Home / Berita / Indonesia Power Mendapat Pujian Ditjen KLHK Atas Raihan Proper 2018

Indonesia Power Mendapat Pujian Ditjen KLHK Atas Raihan Proper 2018

Melanjutkan rangkaian coastal clean up, Direktur Jenderal (Ditjen) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, KLHK, Karliansyah dengan jajaran Dewan Pertimbangan Proper memaparkan sejumlah materi terkait dengan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER), di Ballroom Pullman Hotel, Bali (31/1)

Berbarengan dengan kegiatan ini juga Direktur Utama IP, Sripeni Inten Cahyani memberikan piala Proper Emas 2018 yang dilakukan dengan tarian khas Pulau Dewata menandakan serah terima kepada PT PLN (Persero) yang diwakili oleh Executive Health Safety Security Environment, Antonius R.T. Artono.

Dalam sambutannya Karliansyah menyampaikan apresiasi kepada Indonesia Power karena telah meraih proper emas, “saya mohon bantuan bapak ibu untuk mengurangi kompleksitas pencemaran lungkungan, mulai dari awal dari proper ini, pengendalian pencemaran jadi titik fokus utama kami, bagaimana sebuah korporasi dapat bekerja atau beroperasi tanpa mengambil hak orang lain tentunya Insya Allah akan menuai pahala karena berkaitan dengan hajat orang banyak

Saya percaya IP dapat melakukannya karena tidak ada unit IP yang berada dibawah biru. 20% dari seluruh total perusahaan yang mengikuti proper berhasil mendapatkan emas ini kan kira kira 1 banding 20, maka luar biasa ini,” tutur (Ditjen) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, KLHK, disambut tepuk tangan peserta

Sharing session ini dirasa sangat penting untuk lebih menajamkan kinerja Lingkungan Indonesia Power sebagai peraih Proper Emas Raihan Proper Emas ini sangat membanggakan sebagai peringkat tertinggi penilaian proper dan merupakan bukti upaya berkelanjutan Indonesia Power dalam bidang lingkungan, efisiensi energi serta pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, artinya Perusahaan telah menerapkan pengelolaan lingkungan secara menyeluruh dan berkesinambungan.

sumber Indonesia Power , edit koranbumn

Check Also

Jumlah Ideal Masih Dipelajari, OJK Pertimbangkan Batasi Jumlah P2P Lending terdaftar

Bisnis fintech peer to peer lending semakin bertumbuh sejak pertama industri ini diatur oleh Otortitas Jasa Keuangan (OJK) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *