Home / Berita / Industri Baja Lokal Mampu Penuhi Kebutuhan Produksi Kereta INKA

Industri Baja Lokal Mampu Penuhi Kebutuhan Produksi Kereta INKA

Indonesia Iron and Steel Industry Association (IISIA) menyatakan industri baja antikarat lokal mampu memenuhi kebutuhan produksi kereta oleh PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA.

INKA sendiri berencana membangun pabrik baru untuk memenuhi permintaan pasar global. Pembangunan pabrik tersebut ditargetkan rampung pada 2020 dengan kapasitas produksi hingga dua kali lipat dari kapasitas pabrik yang kini beroperasi.

Ketua Umum IISIA Silmy Karim mengatakan industri baja anti karat lokal siap memenuhi permintaan INKA untuk menambah level tingkat kandungan dalam negeri (TKDN). Menurutnya, serapan baja anti karat di dalam negeri rendah. Alhasil, produsen baja anti karat nasional sebagian besar menglaokasikan produksinya untuk pasar global.

“[Permintaan INKA akan] meningkatkan permintaan baja anti karat. Saya rasa bisa itu [INKA menaikkan TKDN]. Jadi, tidak ada isu dengan bahan baku,” ujarnya .

Silmy memperkirakan permintaan baja anti karat di dalam negeri masih di bawah 100.000 ton/tahun. Saat ini ada tiga produsen baja anti karat di dalam negeri yakni PT Chin San, PT Guang XI, dan PT Delong. Ketiganya memproduksi baja anti karat sekitar 5 juta ton/tahun.

Direktur Utama INKA Budi Noviantoro mengatakan pabrik baru akan dibangun di Banyuwangi lantaran dekat dengan pelabuhan. Budi berharap pembangunan pabrik beorientasi ekspor tersebut dapat meringankan defisit neraca pembayaran berjalan dengan tingginya konten lokal yang diproduksi perseroan.

“Regulasi TKDN tidak menyusahkan, justru kami senang. Kalau desain juga dimasukkan, TKDN sudah hampir 90%,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (19/8/2019).

Budi menambahkan pabrik baru tersebut akan memiliki kapasitas produksi 2—3 kereta/hari, tetapi akan dipacu hingga 3—4 kereta/hari untuk memenuhi maraknya permintaan di pasar global.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Check Also

LMAN Bayar Dana Pembebasan Lahan Tol Semarang – Demak Sebesar Rp66 Miliar

Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) melakukan pembayaran sebesar Rp66 miliar untuk pembebasan lahan pembangunan jalan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *