Home / Berita / IPC Bersinergi dengan Pemangku Kepentingan di Sumsel untuk Menata dan Mengembangkan Pelabuhan

IPC Bersinergi dengan Pemangku Kepentingan di Sumsel untuk Menata dan Mengembangkan Pelabuhan

PT Pelindo II (Persero) atau IPC agresif bersinergi dengan pemangku kepentingan di Sumatra Selatan untuk menata dan mengembangkan pelabuhan di Bumi Sriwijaya.

Sinergi ini ditandai dengan penadatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Pemprov Sumsel, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, dan Badan Narkotika Nasional Sumsel.

Dengan Pemprov Sumsel, IPC akan bekerja sama mengembangkan pelabuhan laut dalam dan memperlancar arus barang di provinsi itu. IPC dan Pemprov Sumsel akan bersama melakukan kajian, penyusunan kebijakan dan program, dan terkait dengan kelancaran arus barang.

Berbagai kebijakan tersebut termasuk a.l. pengembangan infrastruktur jalan akses menuju Pelabuhan Tanjung Carat, Pelabuhan Sungai Lais, dan Pelabuhan Boom Baru Palembang. Kajian itu mencakup aspek ekonomi, finansial, teknis, komersial, operasional, legal, serta aspek terkait lainnya.

“Kerja sama ini merupakan langkah strategis korporasi dalam membangun konektivitas nasional, kaitannya untuk mengoptimalkan potensi dan geliat perekonomian di Sumatra Selatan. Selain itu, ini adalah tindak lanjut atas komitmen IPC untuk peningkatan kualitas pelayanan dan menciptakan efisiensi pelayanan kepelabuhanan, serta menurunkan biaya logistik,” ujar Direktur Utama IPC Elvyn G. Masassya dalam siaran pers, Minggu (17/3/2019).

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan bahwa pelabuhan merupakan salah satu bagian terpenting mendorong pertumbuhan ekonomi provinsi, khususnya untuk meningkatkan nilai tambah komoditas ekspor unggulan Sumsel, seperti batu bara, karet, kelapa sawit, dan kelapa.

“Sumatra Selatan sangat kaya akan hasil alam, baik hasil tambang maupun pertanian, yang menjadi komoditas ekspor unggulan di luar komoditas migas. Keberadaan pelabuhan diharapkan mampu mengintegrasikan seluruh sektor, mulai dari hulu hingga hilir, sehingga proses distribusi barang dari dan ke Sumsel semakin lancar,” ujar Herman.

Sementara itu, MoU dengan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang mencakup rencana kerja sama strategis, baik dalam hal pemanfaatan jasa dan fasilitas yang ada maupun jasa dan kegiatan bisnis lainnya, untuk mengembangkan korporasi.

Adapun MoU IPC dengan BNN Sumsel mencakup kerja sama pencegahan, penanggulangan penggunaan dan peredaran gelap narkotika di wilayah kerja Pelindo II Cabang Palembang.

Ruang lingkup kerja sama antara IPC dan BNN meliputi tindakan preventif atas pencegahan dan penanggulangan peredaran dan penggunaan narkotika, sosialisasi terkait penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, tes urine secara berkala terhadap pegawai dan pihak lain yang bekerja.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Check Also

Pusri Beri Bantuan Korban Musibah Kebakaran Kertapati

Sebagai bentuk kepedulian terhadap musibah kebakaran yang menimpa warga Kelurahan Ogan Baru Kecamatan Kertapati, Pusri …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *